RINGKASAN
- Asiyah binti Muzahim, istri Firaun, menyimpan rahasia iman kepada Allah di istana termewah di Mesir kuno, di tengah kekejaman suaminya yang mengaku Tuhan.
- Asiyah menyelamatkan bayi Musa dari pembunuhan oleh Firaun dan merawatnya di istana, memperlakukannya seperti anaknya sendiri.
- Meskipun tumbuh di istana Firaun, Musa kelak diutus Allah untuk meruntuhkan kezaliman Firaun, dan ini mengguncang hati Asiyah yang mencari kebenaran.
- Menyaksikan penyiksaan brutal terhadap seorang pelayan dan bayinya yang beriman, Asiyah akhirnya menyatakan keimanannya kepada Allah di hadapan Firaun.
- Asiyah disiksa dan dipasrahkan ke tanah di padang pasir oleh Firaun, namun ia tetap tersenyum dan memohon kepada Allah, yang memperlihatkan istana di surga sebelum ia wafat.
FAQ
Siapakah Asiyah RA dan mengapa ia dianggap sebagai wanita mulia dalam Islam? Asiyah binti Muzahim adalah istri Firaun yang beriman kepada Allah dan merawat Nabi Musa AS sejak bayi. Rasulullah SAW menyebutnya sebagai salah satu wanita terbaik sepanjang masa karena keteguhan imannya yang luar biasa, bahkan di tengah tekanan dan siksaan dari suaminya sendiri, Firaun.
Apa hubungan Asiyah RA dengan Nabi Musa AS? Asiyah adalah ibu angkat Nabi Musa AS. Ketika peti berisi bayi Musa ditemukan di Sungai Nil, Asiyah yang menghalangi Firaun membunuhnya dan meminta agar bayi itu diangkat sebagai anak. Ia pula yang merawat dan membesarkan Musa di dalam istana hingga dewasa.
Bagaimana akhir kehidupan Asiyah RA? Setelah menyatakan keimanannya secara terang-terangan kepada Allah dan menolak mengakui ketuhanan Firaun, Asiyah disiksa dengan cara dipasak tangan dan kakinya ke tanah di bawah terik matahari. Sebelum wafat, ia memanjatkan doa yang diabadikan dalam Al-Qur’an, memohon rumah di surga, dan Allah memperlihatkan kepadanya istana di Jannah sebelum ruhnya dijemput.

Tinggalkan Balasan