RINGKASAN

  1. Asiyah binti Muzahim, istri Firaun, menyimpan rahasia iman kepada Allah di istana termewah di Mesir kuno, di tengah kekejaman suaminya yang mengaku Tuhan.
  2. Asiyah menyelamatkan bayi Musa dari pembunuhan oleh Firaun dan merawatnya di istana, memperlakukannya seperti anaknya sendiri.
  3. Meskipun tumbuh di istana Firaun, Musa kelak diutus Allah untuk meruntuhkan kezaliman Firaun, dan ini mengguncang hati Asiyah yang mencari kebenaran.
  4. Menyaksikan penyiksaan brutal terhadap seorang pelayan dan bayinya yang beriman, Asiyah akhirnya menyatakan keimanannya kepada Allah di hadapan Firaun.
  5. Asiyah disiksa dan dipasrahkan ke tanah di padang pasir oleh Firaun, namun ia tetap tersenyum dan memohon kepada Allah, yang memperlihatkan istana di surga sebelum ia wafat.
BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Itulah titik tanpa jalan kembali.

Firaun yang selama ini menghormati dan mendengar Asiyah, yang tak pernah sanggup menolak permintaannya, kini berbalik dengan amarah yang mengguncang istana. Ia menyeret Asiyah keluar, ke tengah padang pasir yang membara. Tangan dan kakinya dipasak ke tanah. Cambuk menghantam punggungnya berulang kali.

Namun Asiyah tersenyum.

Di bawah langit Mesir yang menyala, dengan tubuh yang tercabik dan bibir yang pecah-pecah, ia mengangkat wajahnya ke atas dan berdoa, “Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku rumah di sisi-Mu dalam surga, dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya.”

Allah memperlihatkan kepadanya istana mutiara yang telah disiapkan untuknya di Jannah.

Wajah Asiyah berseri. Ia tersenyum untuk terakhir kalinya di dunia ini.



Follow Widget