RINGKASAN
- Asiyah binti Muzahim, istri Firaun, menyimpan rahasia iman kepada Allah di istana termewah di Mesir kuno, di tengah kekejaman suaminya yang mengaku Tuhan.
- Asiyah menyelamatkan bayi Musa dari pembunuhan oleh Firaun dan merawatnya di istana, memperlakukannya seperti anaknya sendiri.
- Meskipun tumbuh di istana Firaun, Musa kelak diutus Allah untuk meruntuhkan kezaliman Firaun, dan ini mengguncang hati Asiyah yang mencari kebenaran.
- Menyaksikan penyiksaan brutal terhadap seorang pelayan dan bayinya yang beriman, Asiyah akhirnya menyatakan keimanannya kepada Allah di hadapan Firaun.
- Asiyah disiksa dan dipasrahkan ke tanah di padang pasir oleh Firaun, namun ia tetap tersenyum dan memohon kepada Allah, yang memperlihatkan istana di surga sebelum ia wafat.
Asiyah memilih Allah.
Namun sebelum ia sempat mengucapkannya terang-terangan, peristiwa lain membakar keberaniannya. Seorang pelayan istana kepergok mengucap “Bismillah” saat menyisir rambut putri Firaun. Firaun memerintahkan penyiksaan brutal atas perempuan itu—tangan dan kakinya dipaku ke tanah, tubuhnya dijemur di bawah terik matahari tanpa air dan belas kasihan.
Bahkan anaknya yang masih bayi dilempar ke dalam kobaran api.
Asiyah menyaksikan semua itu. Dan dari dalam api itu, bayi mungil itu berkata kepada ibunya untuk tetap teguh. Saat itu, Asiyah tak bisa lagi diam.
Ia menghadap Firaun dan berkata, “Kau hanya manusia lemah, tapi mengaku Tuhan!”

Tinggalkan Balasan