BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Suhaib pun melanjutkan perjalanannya ke Madinah dengan hati ringan, meski tanpa bekal harta. Ia menemui Rasulullah di wilayah Quba. Begitu melihatnya, Rasulullah langsung bersabda dengan penuh kegembiraan, “Jual beli yang menguntungkan, wahai Abu Yahya! Jual beli yang menguntungkan, wahai Abu Yahya!” Suhaib yang heran bertanya bagaimana Rasulullah tahu. Jawabnya, Jibril telah mengabarkan peristiwa itu.

Tak lama setelah itu, Allah menurunkan firman-Nya dalam Surah Al-Baqarah ayat 207, yang bermakna bahwa di antara manusia ada yang mengorbankan dirinya demi mencari ridha Allah, dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya. Para ulama menyepakati bahwa ayat ini turun berkenaan dengan hijrah Suhaib bin Sinan.

Setelah menetap di Madinah, Suhaib tak pernah absen mendampingi Rasulullah dalam setiap peperangan. Ia selalu berada di sisi kanan dan kiri Rasulullah, menjadi perisai hidup bagi beliau. Suhaib pernah berkata bahwa ia tidak pernah membiarkan Rasulullah menghadapi musuh sendirian—baik dari depan maupun dari belakang.

Selain dikenal karena kesetiaan dan keberaniannya, Suhaib juga dikenal sebagai sahabat yang punya selera humor. Suatu hari Rasulullah melihatnya makan kurma sementara matanya sedang bengkak karena sakit, lalu bertanya dengan nada bercanda. Suhaib menjawab santai bahwa ia bisa memakannya dengan mata yang sehat. Rasulullah dan para sahabat pun tertawa.



Follow Widget