BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Saat Rasulullah dan Abu Bakar bersiap berangkat, Suhaib pun menyiapkan perbekalannya. Namun kaum kafir Quraisy mengendus rencananya dan langsung menghalanginya. Suhaib sempat kabur dengan untanya, memacu sekencang mungkin. Tapi pasukan berkuda Quraisy berhasil menyusulnya.

Di atas sebuah bukit, Suhaib turun dari untanya dan menghadapi para pengejarnya seorang diri. Dengan suara lantang ia berseru bahwa mereka semua tahu kemampuannya memanah, dan siapa pun yang berani mendekat akan mendapat anak panah lebih dulu. Keberanian itu membuat pasukan Quraisy berhenti.

Namun mereka punya cara lain untuk menahannya. Mereka mengingatkan Suhaib bahwa ia dahulu datang ke Mekah sebagai orang miskin, dan kini hendak pergi membawa harta yang telah ia kumpulkan. Suhaib yang cerdas langsung menangkap maksud mereka. Ia menawarkan kesepakatan: seluruh hartanya, termasuk lokasi penyimpanannya, akan ia serahkan—asalkan mereka membiarkannya pergi.

Quraisy setuju. Dan Suhaib menepati janjinya dengan sempurna. Ia menyerahkan semua kekayaannya tanpa menyembunyikan satu keping pun. Ketika pasukan Quraisy mendatangi lokasi yang disebutkan, harta itu benar-benar ada di sana. Kejujuran Suhaib bahkan membuat musuhnya terpana.



Follow Widget