Namun Rasulullah berjalan mendekatinya.
“Sesungguhnya sedekahmu tadi malam, wahai Ulbah, telah diterima oleh Allah sebagai sedekah yang maqbul.”
Ulbah terpaku. Seluruh tubuhnya bergetar. Ia bertanya berulang-ulang, seolah tidak sanggup mempercayai apa yang baru saja ia dengar. Benarkah? Sedekah yang tidak berwujud harta itu—diterima?
Rasulullah menjawabnya bukan hanya dengan kata-kata. Beliau menyerahkan enam ekor unta kepada Ulbah dan tujuh orang temannya, membekali mereka untuk berangkat menuju medan Tabuk. Ulbah, yang semalam tidur di atas tikar lusuh tanpa sepeser pun di kantungnya, kini berangkat berjihad bersama pasukan Rasulullah.
Perang Tabuk berakhir dengan kemenangan Muslim. Negara-negara boneka Romawi menyerahkan diri tanpa pertempuran besar. Dan di antara para pejuang yang pulang membawa kemuliaan itu, ada seorang sahabat Anshar yang fakir—yang pernah menyedekahkan satu-satunya harta yang ia punya: kehormatan dirinya kepada Allah.

Tinggalkan Balasan