RINGKASAN

  1. Imam Baidowi, seorang pensiunan TNI, membangun Masjid Jami Imam Baidawi di Parai Kediri menggunakan dana pribadinya yang berasal dari pengelolaan sawah, kebun buah, kolam renang, dan kandang burung.
  2. Masjid ini didirikan di atas lahan bekas tempat pembuangan sampah yang dibeli Imam Baidowi, dengan desain yang terinspirasi dari suasana Madinah untuk memberikan pengalaman serupa bagi jamaah.
  3. Untuk menutupi biaya operasional masjid yang tidak sedikit, Imam Baidowi menciptakan ekosistem ekonomi mandiri di sekitarnya, meliputi pertanian, kolam renang, dan aviari yang hasilnya disalurkan untuk masjid.
  4. Keberadaan masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga penggerak ekonomi lokal yang mengangkat nilai tanah di sekitarnya, mendorong pertumbuhan UMKM, dan menciptakan lapangan kerja.
  5. Imam Baidowi menekankan pentingnya keikhlasan, kemandirian, dan keseimbangan antara urusan ibadah dan dunia, serta berpesan kepada generasi muda untuk tidak malu berusaha dan tidak mudah mengeluh.
BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

KEDIRI, JAZIRAH – Bukan dari sumbangan pemerintah, bukan dari donatur besar. Imam Baidowi, pensiunan TNI dengan masa dinas 35 tahun, membangun Masjid Jami Imam Baidawi di Parai Kediri menggunakan uang pribadinya sendiri—dari hasil sawah, kebun buah, kolam renang, hingga kandang burung yang ia kelola dengan penuh keikhlasan.

Kisah ini bukan sekadar tentang masjid. Ini tentang seorang pria yang memilih menghabiskan sisa hidupnya untuk melayani kampung halamannya sendiri, dengan cara yang tidak biasa, dengan semangat yang tidak pernah padam.

Setelah pensiun dari dinas militer, Imam Baidowi tidak memilih tinggal di kota atau menikmati masa tua dalam kesenangan. Ia justru kembali ke desa kelahirannya di Parai Kediri dan langsung tancap gas. Jalan beraspal di kampungnya yang belum ada, ia bangun dengan uang sendiri. Makam-makam yang terbengkalai dan tidak terawat, ia rapikan. Musholla dan masjid kecil di sekitar kampungnya, ia dirikan satu per satu.

“Supaya sisa hidup kami bisa berguna bagi masyarakat,” ujarnya dengan nada ringan, seolah semua itu hal yang wajar saja.

Masjid Jami Imam Baidawi berdiri di atas lahan yang dulunya adalah tempat pembuangan sampah. Tidak ada yang mau melirik tanah itu. Imam Baidowi justru membelinya dengan harga murah, membersihkannya, lalu membangun masjid yang ia rancang terinspirasi dari suasana Madinah. Menara, kubah ganda, lampu-lampu di setiap pintu—semua dirancang agar jamaah yang belum pernah ke Tanah Suci bisa merasakan sedikit nuansa Madinah di kampung sendiri.



Follow Widget