RINGKASAN

  1. Perjalanan menuju Allah tidaklah mudah, melainkan seperti mendaki gunung yang membutuhkan kesabaran, jeda, dan kesigapan memanfaatkan kesempatan, terutama di bulan Ramadhan.
  2. Para salafus shalih mempersiapkan diri menyambut Ramadhan enam bulan sebelumnya dengan berdoa dan memahami bahwa tempat seluas satu cambuk di surga jauh lebih berharga daripada dunia seisinya.
  3. Tujuan utama puasa Ramadhan adalah untuk melatih dan menumbuhkan takwa, di mana surga disediakan bagi orang-orang bertakwa, bukan semata karena kekayaan, kesuksesan, atau pangkat.
  4. Ramadhan memiliki keutamaan besar: setan dibelenggu, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, ada pembebasan dari api neraka setiap malam, dan terdapat Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan.
  5. Persiapan Ramadhan yang nyata meliputi meluruskan niat, memperbanyak doa, bertaubat dari dosa, menuntut ilmu tentang Ramadhan, serta latihan amal di bulan Sya’ban seperti puasa sunnah, shalat malam, dan membaca Al-Qur'an.
BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Ramadhan adalah Bulan Panen

Sebelas bulan adalah waktu menanam dan merawat. Ramadhan adalah waktu memanen. Maka jangan berharap panen melimpah jika tidak pernah menanam.

Orang-orang saleh mampu khatam Al-Qur’an berkali-kali di Ramadhan karena mereka telah berlatih sebelumnya. Sedekah terasa ringan karena hati telah dibersihkan. Salat malam terasa nikmat karena dosa telah ditinggalkan.

Penutup

Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia adalah kesempatan emas yang bisa jadi Ramadhan terakhir dalam hidup kita. Maka siapa yang cerdas, ia akan menyambutnya dengan ilmu, niat yang lurus, taubat yang sungguh-sungguh, dan latihan amal sejak sekarang.

Semoga Allah menyampaikan kita ke bulan Ramadhan, menolong kita mengisinya dengan ketaatan, dan menerima seluruh amal kita.

Allahumma sallimna li Ramadhan, wa sallim Ramadhana lana, wa taqabbalhu minna.



Follow Widget