Setiap tahun, saat Hari Raya Iduladha tiba, umat Islam kembali dihadapkan pada sebuah perintah yang bukan sekadar ritual penyembelihan hewan — melainkan ujian keikhlasan, ketundukan, dan kepedulian yang berakar jauh ke zaman Nabi Ibrahim AS.
Ibadah kurban merupakan salah satu syiar Islam yang memiliki landasan dalil paling kuat. Allah SWT secara tegas memerintahkannya dalam Surah Al-Kautsar ayat 2, yang menempatkan kurban sejajar dengan shalat sebagai bentuk penghambaan kepada-Nya. Bukan kebetulan keduanya disebut dalam satu napas — keduanya adalah poros ketaatan seorang hamba.
Kurban bukan ibadah baru. Allah telah mensyariatkannya kepada umat-umat terdahulu, sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Hajj ayat 34–35. Setiap umat diperintahkan menyebut nama Allah atas hewan ternak yang direzekikan kepada mereka. Ini menunjukkan bahwa kurban adalah bagian dari fitrah beragama yang universal — bukan hanya tradisi Arab, bukan hanya budaya lokal.
Inti dari perintah ini adalah keikhlasan dan ketakwaan. Bukan darah atau daging hewan yang sampai kepada Allah, melainkan ketundukan hati dan ketulusan niat yang mengiringi setiap sembelihannya.

Tinggalkan Balasan