RINGKASAN
- Perjalanan menuju Allah tidaklah mudah, melainkan seperti mendaki gunung yang membutuhkan kesabaran, jeda, dan kesigapan memanfaatkan kesempatan, terutama di bulan Ramadhan.
- Para salafus shalih mempersiapkan diri menyambut Ramadhan enam bulan sebelumnya dengan berdoa dan memahami bahwa tempat seluas satu cambuk di surga jauh lebih berharga daripada dunia seisinya.
- Tujuan utama puasa Ramadhan adalah untuk melatih dan menumbuhkan takwa, di mana surga disediakan bagi orang-orang bertakwa, bukan semata karena kekayaan, kesuksesan, atau pangkat.
- Ramadhan memiliki keutamaan besar: setan dibelenggu, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, ada pembebasan dari api neraka setiap malam, dan terdapat Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan.
- Persiapan Ramadhan yang nyata meliputi meluruskan niat, memperbanyak doa, bertaubat dari dosa, menuntut ilmu tentang Ramadhan, serta latihan amal di bulan Sya’ban seperti puasa sunnah, shalat malam, dan membaca Al-Qur'an.
3. Bertaubat dan meninggalkan dosa
Dosa melemahkan hati dan mematikan semangat ibadah. Hasan Al-Bashri berkata:
“Engkau terhalang dari qiyamul lail karena dosa-dosamu.”
Taubat adalah membersihkan lahan sebelum menanam. Tanpa itu, Ramadhan tak akan berbuah maksimal.
4. Menuntut ilmu fikih Ramadhan
Agar ibadah tidak salah arah. Tanpa ilmu, seseorang bisa “melewati stasiun” Ramadhan tanpa sadar.
5. Latihan amal di bulan Sya’ban
- Puasa sunnah
- Salat malam
- Membaca Al-Qur’an
- Bersedekah
- Memperbanyak zikir
Rasulullah ﷺ hampir berpuasa penuh di bulan Sya’ban karena di bulan inilah amal-amal diangkat kepada Allah.
Halaman

Tinggalkan Balasan