RINGKASAN

  1. Uwais Al-Qarni adalah seorang pengembala miskin dari Yaman yang hidupnya penuh kesederhanaan dan penyakit vitiligo, namun memiliki bakti luar biasa kepada ibunya.
  2. Meskipun tidak pernah bertemu Nabi Muhammad SAW secara langsung, Uwais diakui oleh Nabi sebagai seorang yang mulia karena baktinya yang tulus.
  3. Uwais rela berjuang keras dan menempuh perjalanan jauh untuk mengabulkan keinginan ibunya menunaikan ibadah haji, menunjukkan pengorbanan yang luar biasa.
  4. Nabi Muhammad SAW berwasiat kepada para sahabatnya, termasuk Umar bin Khattab, untuk memohon doa dari Uwais karena kemuliaannya.
  5. Uwais Al-Qarni memilih hidup sederhana dan anonim, bahkan menolak kemuliaan yang ditawarkan, dan akhirnya meninggal sebagai syahid dalam Perang Sifin.
BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Penduduk desa makin ramai menertawakannya. Mereka tidak tahu bahwa Uwais sedang melatih punggung dan kakinya untuk memanggul beban yang jauh lebih berharga, tubuh sang ibu, menuju Makkah.

Delapan bulan berlalu. Saat musim haji tiba, rahasia itu tersingkap. Uwais menggendong ibunya berjalan kaki ribuan kilometer menembus padang pasir yang ganas. Tanpa mengeluh. Tanpa berhenti. Mereka tiba di depan Ka’bah, dan di situlah Uwais berdoa dengan air mata yang tak terbendung, memohon ampunan atas seluruh dosa sang ibu.

Saat itu pula, penyakit sopak yang bertahun-tahun menghiasi kulitnya perlahan menghilang, menyisakan satu bulatan putih sebesar dirham di lengannya sebagai tanda bagi penduduk langit.

Ia kemudian mendapat izin dari ibunya untuk menjumpai Rasulullah di Madinah. Ia berjalan ribuan kilometer lagi dengan dada yang berdegup penuh harapan. Namun takdir memiliki rahasia. Rasulullah sedang tidak ada, beliau tengah berjuang di medan perang Tabuk.



Follow Widget