BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Bahkan diceritakan kisah seorang ulama yang segera memadamkan lilin di kamar orang yang baru meninggal, karena lilin itu kini telah menjadi milik ahli waris — bukan lagi milik si mayit.

Kesimpulannya: Yang benar-benar menjadi milik kita hanyalah apa yang telah kita nafkahkan di jalan Allah. Nabi ﷺ pun pernah bersabda bahwa manusia sesungguhnya lebih banyak mengurus harta orang lain — yaitu harta yang akan ditinggalkan — daripada hartanya sendiri.

Bolehkah Sedekah kepada Orang Kaya?

Pertanyaan menarik muncul: bagaimana jika kita bersedekah, namun ternyata yang menerima adalah orang kaya, bahkan seorang penjahat?

UAS menjawab dengan penuh optimisme. Dalam sebuah kisah, seseorang yang bersedekah tiga kali secara berturut-turut ternyata memberikannya kepada orang kaya, penjahat, dan orang miskin. Namun Allah tetap menerima ketiganya dengan hikmah masing-masing:

  • Sedekah kepada orang kaya — semoga membuka pintu hidayah dan mendorongnya menjadi dermawan.
  • Sedekah kepada penjahat — semoga menyentuh hatinya untuk bertobat.
  • Sedekah kepada fakir miskin — memenuhi kebutuhannya yang nyata.

Tidak ada amal yang sia-sia, selama diniatkan dengan ikhlas karena Allah.



Follow Widget