RINGKASAN

  1. Linxia, dikenal sebagai "Makkah Kecil" di China, adalah pusat penyebaran ajaran Islam, dakwah, pendidikan, perdagangan, dan budaya Muslim di Negeri Tirai Bambu selama berabad-abad.
  2. Sekitar 51,4 persen penduduk Linxia berasal dari etnis Hui, yaitu Muslim berbahasa Mandarin, selain etnis lain seperti Han, Salar, Santa, dan Bao’an, menjadikan kota ini mozaik etnis dan budaya Islam yang unik di China.
  3. Linxia berkembang menjadi pusat keagamaan, budaya, dan perdagangan terpenting bagi Muslim China, di mana hampir setiap gerakan besar Islam memiliki akar sejarah di kota ini.
  4. Linxia juga merupakan salah satu pusat Sufisme terpenting di China, dengan berbagai tarekat besar berkembang di sana dan tersebarnya makam sufi yang dikenal sebagai gongbei.
  5. Budaya Hui di Linxia merupakan percampuran dengan budaya Han, tercermin dalam seni, arsitektur, dan kuliner, salah satu warisan terkenalnya adalah seni ukir batu yang diakui sebagai warisan budaya nasional China.
BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Warisan Islam yang Terus Hidup

Linxia bukan sekadar kota Muslim di China. Ia adalah bukti hidup bahwa Islam telah lama berakar, beradaptasi, dan berkembang dalam peradaban China. Dengan masjid-masjidnya, tradisi sufistiknya, seni dan budayanya, Linxia layak disebut sebagai jantung spiritual Islam China—sebuah “Makkah kecil” yang terus menjaga denyut iman di jalur sejarah Jalur Sutra.



Follow Widget