RINGKASAN

  1. Linxia, dikenal sebagai "Makkah Kecil" di China, adalah pusat penyebaran ajaran Islam, dakwah, pendidikan, perdagangan, dan budaya Muslim di Negeri Tirai Bambu selama berabad-abad.
  2. Sekitar 51,4 persen penduduk Linxia berasal dari etnis Hui, yaitu Muslim berbahasa Mandarin, selain etnis lain seperti Han, Salar, Santa, dan Bao’an, menjadikan kota ini mozaik etnis dan budaya Islam yang unik di China.
  3. Linxia berkembang menjadi pusat keagamaan, budaya, dan perdagangan terpenting bagi Muslim China, di mana hampir setiap gerakan besar Islam memiliki akar sejarah di kota ini.
  4. Linxia juga merupakan salah satu pusat Sufisme terpenting di China, dengan berbagai tarekat besar berkembang di sana dan tersebarnya makam sufi yang dikenal sebagai gongbei.
  5. Budaya Hui di Linxia merupakan percampuran dengan budaya Han, tercermin dalam seni, arsitektur, dan kuliner, salah satu warisan terkenalnya adalah seni ukir batu yang diakui sebagai warisan budaya nasional China.
BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Yang paling khas adalah masjid-masjid yang memadukan arsitektur Islam dengan gaya tradisional China: atap menyerupai pagoda, ukiran kayu dan batu bercorak China, namun tetap mempertahankan prinsip dasar bangunan masjid.

Pada tahun 1985 tercatat terdapat 1.715 masjid di Prefektur Otonom Linxia. Jumlah ini meningkat menjadi 3.588 masjid pada tahun 2011, menunjukkan betapa kuat dan mengakarnya Islam di kawasan ini.

Jantung Sufisme di China

Linxia juga dikenal sebagai salah satu pusat Sufisme terpenting di China. Berbagai tarekat besar berkembang di sini, seperti Naqsyabandiyah, Kubrawiyah, Khufiyah, serta kelompok Salafi-Wahabi yang terpengaruh ajaran Timur Tengah. Zikir dan tradisi spiritual menjadi bagian penting dari kehidupan religius masyarakat.

Di sekitar Linxia dan pegunungan sekitarnya, tersebar banyak makam sufi yang dikenal sebagai gongbei. Makam-makam ini adalah tempat peristirahatan para syekh dan ulama besar, sebagian di antaranya memiliki silsilah keturunan hingga Nabi Muhammad ﷺ. Hingga kini, makam para pendiri tarekat masih diziarahi oleh pengikut dari berbagai wilayah China.

Salah satu yang paling terkenal adalah Kompleks Makam Yubaba (Yubaba Gongbei), serta makam Ma Laichi—tokoh sufi paling berpengaruh di Linxia, dikenal juga sebagai Abu al-Futuh Ma Laichi. Ia merupakan ulama Naqsyabandiyah yang pernah menimba ilmu di Arab Saudi dan Yaman sebelum kembali menyebarkan ajaran tasawuf di China.



Follow Widget