Prajurit Berkuda Pertama
Dalam Perang Badar, jumlah kuda kaum Muslim sangat terbatas. Nabi hanya menunjuk dua penunggang utama, salah satunya Miqdad.
Ia dipercaya memimpin sayap kiri pasukan. Peran ini membuatnya dikenal sebagai prajurit berkuda pertama dalam sejarah jihad Islam.
Keputusan ini menunjukkan kepercayaan tinggi Nabi terhadap kemampuan dan keberanian Miqdad.
Prinsip Keadilan dan Ketakutan Berbuat Zalim
Selain keberanian, Miqdad dikenal memiliki kehati-hatian moral yang tinggi. Dalam satu kesempatan, ia bertanya kepada Nabi tentang hukum membunuh musuh yang telah mengucapkan syahadat setelah menyerang.
Nabi melarangnya, menegaskan pentingnya menjaga prinsip keadilan. Sikap ini memperlihatkan karakter Miqdad yang tidak hanya berani, tetapi juga takut berbuat zalim.
Ia bahkan pernah menolak jabatan kepemimpinan setelah menyadari potensi ketidakadilan yang bisa muncul dari kekuasaan.

Tinggalkan Balasan