Ia kemudian meminta perlindungan kepada seorang tokoh Quraisy, Al-Aswad bin Abdi Yaguts. Bahkan, ia sempat diangkat sebagai anak angkat dan dikenal dengan nama Miqdad bin Al-Aswad, sebelum akhirnya kembali ke nama aslinya setelah turunnya aturan terkait nasab dalam Islam.
Sejak masa jahiliah, Miqdad dikenal tidak menyembah berhala. Ia meyakini adanya Tuhan, meski belum mengetahui cara beribadah yang benar.
Masuk Islam dan Ujian Berat
Saat kabar kenabian Muhammad tersebar, Miqdad mencari tahu dan akhirnya bertemu langsung dengan Nabi. Ia memutuskan masuk Islam pada usia sekitar 24 tahun.
Ia termasuk golongan awal yang terang-terangan menunjukkan keislamannya. Bersama tokoh seperti Bilal bin Rabah dan Ammar bin Yasir, Miqdad menghadapi tekanan dan siksaan dari kaum Quraisy.
Tekanan itu memaksanya hijrah ke Habasyah, sebelum akhirnya kembali ke Makkah dan kemudian hijrah ke Madinah. Di sana, ia terus mendampingi Nabi dalam berbagai fase perjuangan.

Tinggalkan Balasan