RINGKASAN
- Komunitas Muslim di Inuvik, Kanada, yang terdiri dari sekitar 100 orang dari berbagai negara, menghadapi tantangan unik dalam menjalankan ibadah karena kondisi geografis Arktik yang ekstrem, termasuk fenomena siang dan malam abadi.
- Selama bertahun-tahun, komunitas Muslim Inuvik tidak memiliki masjid sendiri dan terpaksa meminjam tempat atau menggunakan gereja setempat untuk ibadah.
- Sebuah masjid modular bernama The Midnight Sun Mosque berhasil dibangun di Winnipeg dan diangkut ribuan kilometer ke Inuvik, mengatasi berbagai rintangan logistik dan cuaca ekstrem.
- Untuk menentukan waktu ibadah di Inuvik yang memiliki pola siang-malam tidak normal, komunitas Muslim mengikuti jadwal waktu ibadah kota Mekah.
- Kisah komunitas Muslim di Inuvik menunjukkan keteguhan iman dalam menghadapi kondisi lingkungan yang paling ekstrem, membuktikan bahwa cahaya spiritualitas dapat bertahan di mana pun.
Pertolongan dari 4.000 Kilometer Jauhnya
Ketika harapan hampir pudar, pertolongan datang dari tempat yang jaraknya nyaris tak masuk akal—Winnipeg, sebuah kota besar yang terletak lebih dari 4.000 kilometer di selatan Inuvik. Zubaidah Talab Foundation, sebuah lembaga kemanusiaan yang dipimpin oleh aktivis Muslim berpengalaman bernama Husain Guisti, mendengar tentang perjuangan umat Islam di ujung Arktik.
Guisti, yang memiliki misi membantu daerah-daerah terpencil mendirikan rumah ibadah, langsung tergerak ketika mengetahui ada komunitas Muslim yang salat di trailer kecil dan merayakan Idul Fitri di area terbuka. Pada musim panas 2010, sebuah gudang di Winnipeg disulap menjadi lokasi pembangunan masjid modular yang unik.
Perjalanan Penuh Drama
Setelah berbulan-bulan bekerja keras, masjid itu akhirnya selesai. Dua bagian bangunan besar dinaikkan ke atas truk-truk khusus yang harus menempuh perjalanan hampir 2.400 kilometer menuju pelabuhan Sungai Mackenzie. Rute yang dilalui bukan jalanan biasa—hanya hutan belantara, rawa-rawa, dan jalan sunyi yang semakin membeku di setiap kilometer.
Di tengah perjalanan, kabar buruk menghampiri. Kapal terakhir musim panas akan berangkat tiga minggu lebih cepat dari jadwal. Jika konvoi terlambat, masjid harus menunggu setahun penuh sebelum bisa tiba di Inuvik. Para sopir pun memacu truk siang dan malam tanpa henti.

Tinggalkan Balasan