RINGKASAN
- Keberadaan Islam di Korea Selatan memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak abad ke-9 Masehi, dibawa oleh para pedagang Muslim dari Timur Tengah dan Asia Tengah yang berdagang melalui Jalur Sutra.
- Pada era Dinasti Goryeo, hubungan dengan dunia Islam mencapai puncaknya dengan komunitas Muslim yang memiliki tempat ibadah, namun agama ini ditekan dan nyaris lenyap pada Dinasti Joseon yang mengadopsi Konfusianisme.
- Islam kembali bangkit di Korea pada abad ke-20 pasca Perang Korea, terutama berkat kehadiran Brigade Turki, yang kemudian diikuti dengan pendirian Seoul Central Mosque pada tahun 1976.
- Komunitas Muslim di Korea Selatan mengalami pertumbuhan pesat, dari sekitar 45.000 pada tahun 2002 menjadi 400.000 pada tahun 2024, didorong oleh pekerja migran dan meningkatnya jumlah mualaf Korea.
- Kini, Islam merupakan bagian dari mozaik keberagaman di Korea Selatan, ditandai dengan berkembangnya infrastruktur pendukung seperti masjid, restoran halal, serta kisah inspiratif para mualaf yang memadukan identitas Muslim dengan budaya Korea.
Interaksi antara pasukan Turki dan warga Korea memantik kembali ketertarikan terhadap Islam. Beberapa warga Korea mulai mempelajari ajaran agama ini secara serius. Pada 1976, tonggak bersejarah tercipta dengan berdirinya Seoul Central Mosque di kawasan Itaewon—kini menjadi pusat keislaman utama di Korea Selatan.
Ledakan Populasi Muslim: Dari 45.000 hingga 400.000 Jiwa
Perkembangan Islam di Korea Selatan modern menunjukkan tren mengejutkan. Pada 2002, populasi muslim hanya sekitar 45.000 orang. Angka ini melonjak menjadi 260.000 pada 2020, dengan 60.000 di antaranya adalah warga Korea asli yang menjadi mualaf.
Data terkini tahun 2024 mencatat populasi muslim mencapai 400.000 jiwa—dimana 319.000 adalah warga asing. Artinya, dalam tiga tahun terakhir, komunitas muslim Korea Selatan tumbuh lebih dari 50 persen.
Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya pekerja migran dari Pakistan, Bangladesh, Indonesia, dan Malaysia, serta semakin banyaknya warga Korea yang tertarik mempelajari Islam hingga memutuskan bersyahadat.
Seiring pertumbuhan populasi, infrastruktur pendukung juga berkembang pesat. Kini terdapat lebih dari 60 masjid dan musala tersebar di berbagai kota besar, restoran bersertifikat halal bermunculan, dan komunitas muslim aktif memperkenalkan Islam di tengah masyarakat Korea yang semakin plural.

Tinggalkan Balasan