Thalhah bin Ubaidillah telah pergi, namun warisannya abadi. Ia mengajarkan kepada setiap generasi bahwa iman sejati bukan sekadar keyakinan dalam hati, melainkan pembuktian nyata dalam setiap langkah kehidupan: bahwa harta adalah alat pengabdian, bukan tujuan, dan bahwa cinta yang paling mulia adalah ketika raga rela hancur demi melindungi apa yang paling dicintainya.
Thalhah bin Ubaidillah: Sang Martir yang Hidup, Perisai Rasulullah di Padang Uhud
Penulis : Redaksi Jazirah
BERITA TERKAIT
Rahasia Sukses Ibnu Sina yang Masih Relevan di Era Modern
Khazanah Islam
Uwais Al-Qarni: Dihina Satu Desa, Dirindukan Sang Nabi
Khazanah Islam
Kisah Miqdad bin Amr: Fakta Penting di Balik Perang Badar
Khazanah Islam
Terungkap: Fakta Turunnya Ayat Kursi dan Keutamaannya
Khazanah Islam
INDEKS
Haji Mabrur: Makna, Syarat, dan Cara Meraihnya
Kajian Islam
Tutup
RADIO PEMKAB SINJAI
🔊
PUNGGAWAVIDEO
Live Masjidil Haram
PUNGGAWAVIDEO
×

Tinggalkan Balasan