BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Kelima hal (termasuk inovasi/pengembangan diri) ini disatukan dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 151, di mana Nabi Muhammad SAW diutus untuk:

  1. Mengajarkan kitab (akidah/ibadah)
  2. Mengajarkan hikmah (ilmu/inovasi)
  3. Menyucikan jiwa (akhlak)
  4. Mendidik (muamalah)

Semua aspek ini dilatih dan diperkuat melalui Shalat lima waktu.

2. Shalat Adalah Wujud dan Penjaga Iman

Shalat adalah satu-satunya ibadah yang secara eksplisit disebut sebagai iman dalam Al-Qur’an.

Allah SWT berfirman: “…Wa mā kāna Allāhu liyuḍī’a īmānakum…” (Dan Allah sekali-kali tidak akan menyia-nyiakan imanmu—yaitu shalatmu.) – Q.S. Al-Baqarah [2]: 143

Ayat ini turun saat perpindahan arah kiblat dari Masjid Al-Aqsa ke Ka’bah. Mereka yang sudah shalat menghadap Al-Aqsa cemas, namun Allah menjamin bahwa shalat yang dilakukan atas dasar iman tidak akan disia-siakan.

Ini menegaskan bahwa Shalat adalah bukti utama penjagaan dan konsistensi iman (Yukminūn – percaya saat ini dan masa depan). Sebaliknya, meninggalkannya menjadi pembeda antara seorang Mukmin dan orang Kafir.

Nabi SAW bersabda: “Al-Farqu bainal mu’minīna wal kāfirīna tarkus salāt.” (Perbedaan antara orang mukmin dan orang kafir adalah meninggalkan shalat.)

Oleh karena itu, pendidikan shalat dimulai sejak usia dini (7 tahun) untuk menanamkan penguatan iman.



Follow Widget