Buya Yahya mengingatkan kita akan dahsyatnya keutamaan orang-orang yang tulus.

Apabila kita berbuat zalim atau semena-mena terhadap orang yang tulus, kita harus berhati-hati, sebab kita tidak berurusan dengannya, melainkan langsung berurusan dengan Allah SWT.

Seseorang yang tulus adalah “orang hebat” yang saking ikhlasnya, ia bahkan tidak merasa terzalimi dan tidak peduli dengan perbuatan buruk yang menimpanya. Ia mungkin dengan mudah memaafkan, seperti seorang saudara yang berkata, “Oh, tidak apa-apa, itu kan Abangku sendiri.”

Namun, di sinilah letak bahayanya. Meskipun orang tulus itu memaafkan, Allah langsung bertindak sebagai penolongnya. Buya Yahya menekankan bahwa menzalimi orang yang sangat baik dan dekat kepada Allah — bahkan itu adalah suami atau istri kita sendiri jika mereka tulus — adalah perkara yang sangat seram dan lebih membahayakan bagi si pelaku kezaliman. Ketulusan adalah perisai yang dipegang langsung oleh Allah.

Ketulusan hati adalah perkara yang sangat agung dalam Islam. Orang yang benar-benar tulus dalam beramal dan berinteraksi, baik dengan Allah maupun dengan sesama, memiliki keistimewaan yang luar biasa.

1. Perlindungan Allah yang Instan (Langsung)

  • Orang tulus dijaga langsung oleh Allah. Ini adalah jaminan dan perlindungan dari Dzat Yang Maha Kuasa.
  • Jika kita berbuat zalim atau semena-mena terhadap orang yang tulus, kita tidak hanya berurusan dengan orang tersebut, tetapi langsung berurusan dengan Allah.

2. Sikap Orang Tulus terhadap Kezaliman

  • Orang tulus mungkin tidak peduli dengan perbuatan zalim yang menimpanya.
  • Bahkan, ia mungkin tidak merasa terzalimi (00:15) karena kebesaran dan keikhlasan hatinya.
  • Contoh: Seorang saudara, suami, atau istri yang tulus bisa berkata, “Oh, gak apa-apa itu kan Abangku sendiri/Suamiku sendiri,” (00:27) tanpa menuntut balas.

3. Bahaya Berbuat Zalim kepada Orang Tulus

  • Meskipun orang tulus itu memaafkan atau tidak menanggapi, urusannya akan langsung ditangani oleh Allah.
  • “Seram banget ini…” (00:20): Perbuatan zalim kepada orang yang sangat baik dan dekat kepada Allah memiliki dampak yang jauh lebih berat dan membahayakan, karena pelakunya menghadapi murka Allah secara langsung.
  • Peringatan: Suami atau istri yang tulus kepada Allah, jika dizalimi, lebih membahayakan (00:34) bagi pelakunya.
  • Mari kita berusaha menjadi hamba yang tulus dalam setiap aspek kehidupan kita, karena ketulusan adalah kunci kedekatan dengan Allah dan jaminan perlindungan-Nya.
  • Jauhi perbuatan zalim, terutama kepada orang-orang yang dikenal baik, tulus, dan dekat kepada Allah. Kesabaran dan keikhlasan mereka adalah ‘pedang’ yang dijaga langsung oleh Allah SWT.

Semoga Allah SWT menganugerahkan kita hati yang tulus, menjauhkan kita dari kezaliman, dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa berada dalam penjagaan-Nya.