RINGKASAN
- Sepuluh hari pertama bulan Zulhijah memiliki keutamaan yang luar biasa, bahkan melampaui 10 malam terakhir Ramadan menurut para ulama.
- Hadis sahih menyatakan bahwa tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah melebihi 10 awal Zulhijah.
- Keunikan 10 awal Zulhijah terletak pada ibadah besar yang hanya ada di dalamnya, yaitu haji dan kurban.
- Amalan yang dianjurkan selama 10 awal Zulhijah meliputi memperbanyak tasbih, tahlil, tahmid, takbir, puasa sunah (terutama puasa Arafah), sedekah, dan salawat.
- 10 awal Zulhijah adalah musim kebaikan dan panen pahala yang seringkali terabaikan dibandingkan dengan kesibukan di 10 malam terakhir Ramadan.
Pesan besar dari ceramah ini sesungguhnya sederhana: 10 awal Zulhijah adalah musim panen pahala, namun belum banyak Muslim yang menyadarinya. Di kota-kota besar, orang ramai mengisi 10 malam Ramadan dengan iktikaf dan tadarus. Tapi ketika Zulhijah tiba, suasananya jauh lebih sepi—padahal keutamaannya tidak lebih kecil.
Buya Yahya mengajak agar umat Islam mulai membudayakan penghidupan 10 awal Zulhijah, sebagaimana mereka menghidupkan Ramadan. Bisa dimulai dari program kajian subuh, majelis zikir pagi, atau sekadar komitmen pribadi untuk berpuasa dan memperbanyak bacaan tasbih setiap harinya.
Tidak perlu menunggu momen besar. Mulailah dari yang kecil: satu sedekah, satu rakaat sunnah tambahan, satu ucapan subhanallah yang lebih khusyuk dari biasanya. Karena di 10 hari terbaik sepanjang tahun ini, bahkan langkah kecil pun bisa bernilai besar di sisi-Nya.

Tinggalkan Balasan