BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

PUNGGAWANEWS, MOSKOW – Di balik citra sebagai negara adidaya militer yang kerap menjadi sorotan geopolitik global, Rusia menyimpan dimensi kehidupan beragama yang jarang diketahui publik internasional. Negara terluas di dunia ini ternyata memiliki komunitas Muslim yang signifikan dan terus berkembang pesat.

Dengan bentangan wilayah mencapai 17 juta kilometer persegi melintasi 11 zona waktu, Rusia bukan hanya kaya akan sumber daya alam dan kekuatan militer. Negeri yang membentang dari Eropa Timur hingga Asia Utara ini juga menjadi rumah bagi sekitar 20 juta umat Muslim dari total 140 juta penduduknya, menjadikan Islam sebagai agama terbukaan kedua setelah Kristen Ortodoks.

Tradisi Ramadan yang Menantang

Keunikan pelaksanaan ibadah puasa di Rusia terletak pada durasi berpuasa yang mencapai lebih dari 18 jam setiap harinya. Meski menghadapi tantangan iklim dingin dan waktu siang yang panjang, semangat umat Muslim Rusia dalam menjalankan ibadah Ramadan tetap membara.

Yang paling mencuri perhatian adalah penyelenggaraan acara buka puasa bersama terbesar di dunia yang digelar di berbagai wilayah Rusia. Acara spektakuler ini berhasil mengumpulkan lebih dari 12.000 umat Muslim dalam satu waktu, menciptakan suasana kehangatan dan persaudaraan yang luar biasa.

“Tradisi berbuka puasa bersama ini sangat dinanti-nantikan oleh seluruh komunitas Muslim di setiap wilayah Rusia. Masjid-masjid dan pusat-pusat komunitas Muslim sangat ramai menyediakan hidangan untuk berbuka bersama,” ungkap pengamat kehidupan Muslim di Rusia.

Dukungan Pemerintah terhadap Islam

Presiden Vladimir Putin dikenal memiliki pandangan positif terhadap komunitas Muslim di negaranya. Dalam berbagai kesempatan, Putin bahkan kerap mengutip ayat-ayat suci Al-Quran dalam pidato-pidatonya, menunjukkan pengakuan dan penghargaan terhadap kontribusi umat Islam bagi persatuan dan kekuatan Rusia.

Pemerintah Rusia telah mengakui Islam sebagai salah satu agama tradisional yang menjadi bagian dari warisan sejarah negara. Komitmen ini terwujud melalui subsidi pembangunan masjid dan lembaga pendidikan Islam, serta kebijakan yang mendorong imigrasi dari negara-negara bekas Uni Soviet yang mayoritas Muslim.

Infrastruktur Keagamaan yang Berkembang Pesat

Pascakeruntuhan Uni Soviet, kebangkitan Islam di Rusia terlihat dari pertumbuhan infrastruktur keagamaan yang pesat. Saat ini terdapat lebih dari 7.000 masjid tersebar di seluruh penjuru Rusia, mulai dari kota-kota besar hingga pelosok desa. Jumlah ini terus meningkat seiring dengan kebutuhan komunitas Muslim yang berkembang.

Selain itu, lebih dari 3.000 madrasah beroperasi di berbagai wilayah, berperan penting dalam pendidikan agama dan pembinaan generasi muda Muslim Rusia, termasuk program tahfidz Al-Quran.

Beberapa masjid ikonik menghiasi lanskap arsitektur Rusia, di antaranya:

Masjid Katedral Moskow di ibu kota, mampu menampung 10.000 jamaah dengan arsitektur yang megah.

Masjid Kul Syarif di Kazan, Tatarstan, memiliki dua menara setinggi 55 meter yang menjulang gagah.

Masjid Nabi Muhammad di Grozny, Chechnya, merupakan masjid terbesar di Rusia. Diresmikan langsung oleh Presiden Putin pada 2 Agustus 2019, masjid ini dapat menampung 10.000 jamaah dan dibangun menggunakan marmer berkualitas tinggi yang sama dengan yang digunakan di Masjidil Haram, Mekah.

Masjid Biru: Simbol Persahabatan Indonesia-Rusia

Yang paling unik adalah Masjid Biru (Blue Mosque) atau Masjid Soekarno di Saint Petersburg. Masjid bersejarah ini memiliki ikatan erat dengan Indonesia, khususnya dengan Presiden pertama RI, Ir. Soekarno.

Kisahnya bermula pada 1956 saat kunjungan bilateral Presiden Soekarno ke Rusia. Ketika berkunjung ke Saint Petersburg, Soekarno melihat bangunan berkubah biru yang ternyata adalah masjid, namun telah dialihfungsikan menjadi gudang oleh pemerintah Uni Soviet.

Melihat kondisi tersebut, Presiden Soekarno meminta kepada pemimpin Uni Soviet untuk mengembalikan fungsi bangunan tersebut sebagai tempat ibadah. Permintaan ini langsung dikabulkan, dan sejak saat itu masjid ini dikenal sebagai Masjid Soekarno oleh masyarakat setempat.

Dibangun dengan granit biru dan pirus, masjid berlantai tiga ini mampu menampung hingga 7.000 jamaah dan kini menjadi salah satu destinasi wisata religi favorit diaspora Indonesia dan wisatawan yang berkunjung ke Saint Petersburg.

Konsentrasi Muslim di Berbagai Wilayah

Populasi Muslim Rusia tersebar di berbagai wilayah federasi, dengan konsentrasi tertinggi berada di:

  • Chechnya dan Dagestan, hampir 100 persen penduduknya beragama Islam
  • Tatarstan dan Bashkortostan, memiliki komunitas Muslim mayoritas
  • Kabardino-Balkaria, Karachay-Cherkessia, dan Ingushetia, wilayah-wilayah dengan mayoritas Muslim yang kuat
  • Moskow dan Saint Petersburg, kota-kota besar dengan komunitas Muslim yang terus berkembang

Mayoritas Muslim Rusia menganut mazhab Hanafi, meskipun terdapat juga pengikut mazhab Syafi’i di beberapa wilayah.

Dinamika Ramadan di Negeri Beruang Merah

Bulan Ramadan menghadirkan dinamika tersendiri bagi kehidupan Muslim Rusia. Meski harus berpuasa dengan durasi lebih dari 18 jam di tengah iklim yang menantang, semangat beribadah tetap membara.

Masjid-masjid menjadi pusat aktivitas keagamaan dan sosial yang ramai. Umat Muslim dari berbagai penjuru kota berkumpul untuk beribadah, mengikuti kajian agama, dan berbagai kegiatan amal seperti penyediaan hidangan berbuka puasa serta pengumpulan donasi untuk anak yatim dan kaum yang membutuhkan.

Pasar Ramadan bermunculan di sekitar masjid-masjid besar dan kawasan komunitas Muslim. Bazar ini menjual aneka makanan, minuman, serta perlengkapan ibadah seperti buku-buku Islam, peralatan shalat, parfum, dan suvenir Islami. Suasana meriah dan penuh kebersamaan tercipta di tempat-tempat ini menjelang waktu berbuka.

Hidangan berbuka puasa yang disajikan umumnya berupa perpaduan kuliner tradisional Rusia dan Timur Tengah, seperti sup, pilaf (nasi khas), kebab, dan berbagai jenis roti. Sambil menunggu waktu berbuka, masjid juga menyelenggarakan ceramah agama, pembacaan Alquran, dan aktivitas rohani lainnya.

Setelah berbuka puasa, jamaah melanjutkan dengan shalat Isya dan Tarawih berjamaah yang dilaksanakan setiap malam hingga akhir Ramadan.

Perayaan Idul Fitri Penuh Khidmat

Menjelang Idul Fitri, gaung takbir bergema di masjid-masjid seluruh Rusia, menciptakan suasana sakral dan penuh kekhusyukan. Umat Muslim berkumpul di masjid-masjid besar atau lapangan terbuka untuk melaksanakan shalat Idul Fitri berjamaah.

Usai shalat, biasanya disampaikan khutbah yang membawa pesan tentang kebersamaan, kebaikan, dan pentingnya saling memaafkan. Tradisi saling mengunjungi rumah keluarga, sahabat, dan tetangga untuk bermaaf-maafan mewarnai perayaan Idul Fitri di Rusia, menciptakan kehangatan tersendiri di tengah dinginnya iklim negara tersebut.

Kontribusi Muslim bagi Persatuan Rusia

Keberadaan komunitas Muslim telah menjadi bagian integral dari kehidupan Rusia selama berabad-abad, memberikan kontribusi penting dalam keragaman budaya dan sejarah negara. Diversitas ini tidak hanya memperkaya khazanah budaya, tetapi juga memperkuat hubungan antariman dan antarsuku yang berkontribusi dalam berbagai bidang, mulai dari seni, musik, sastra, hingga politik dan ekonomi.

Di bawah kepemimpinan Presiden Putin, umat Muslim Rusia merasa aman dan nyaman menjalankan kehidupan beragama mereka. Pengakuan pemerintah terhadap Islam sebagai bagian organik dari masyarakat Rusia dan penghargaan atas kontribusi umat Muslim dalam menjaga persatuan dan harmoni negara menjadi fondasi kuat bagi kerukunan beragama di negara terluas di dunia ini.

Fakta-fakta tentang kehidupan Muslim di Rusia ini membuktikan bahwa di balik citra kekuatan militer dan pengaruh geopolitiknya, negara ini memiliki wajah multikultural yang kaya dan toleran, di mana Islam berkembang dan memberikan warna tersendiri dalam mozaik kehidupan bangsa Rusia.