BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Kebangkitan Identitas Muslim Granada

Meski masa kejayaan telah berlalu, semangat Islam di Granada justru bangkit kembali melalui generasi muda Muslim. Wafa, seorang imigran asal Maroko yang telah 11 tahun tinggal di Granada, memilih profesi sebagai pemandu wisata untuk menyebarkan pemahaman tentang Islam.

“Pada awalnya sangat sulit. Saya datang di usia muda, dan di Maroko hal ini bukan masalah besar. Tapi setelah dua tahun, ketika Anda percaya pada siapa Anda dan apa agama Anda, serta tahu bahwa itu adalah hal terbaik yang Anda miliki, Anda akan memperjuangkannya,” ungkap Wafa tentang tantangannya sebagai Muslim di Spanyol.

Albaicín: Jejak Kehidupan Muslim di Granada

Tak jauh dari Alhambra, terbentang kawasan Albaicín yang terkenal sebagai pemukiman Muslim di Granada. Mayoritas penghuninya adalah imigran dari Afrika Utara, dan pengaruh budaya Islam sangat terasa dari arsitektur bangunan hingga kuliner khas yang ditawarkan.

Kawasan ini memiliki keunikan tersendiri – jika dilihat dari atas, bentuk kotanya menyerupai labirin. Desain ini bukan tanpa alasan; pada masa lampau, struktur seperti ini berfungsi strategis untuk mengacaukan musuh yang akan menyerang.

Pasar tradisional Al-Kaitharia yang telah ada sejak abad ke-14 menjadi pusat perdagangan dan tempat berburu oleh-oleh khas Granada. Alternatif lainnya adalah Pasar Caldereria yang menawarkan kerajinan kulit dan perak dengan ukiran kaligrafi.



Follow Widget