Saudaraku yang dirahmati Allah, seringkali kita merasa hidup berada di jalan buntu. Hutang melilit, rezeki seret, dan hati tidak tenang. Di saat seperti itu, kita sering sibuk mencari solusi ke sana kemari, namun lupa mengetuk pintu Sang Pemilik Solusi. Video ini menjadi pengingat bahwa Allah ingin memberikan jalan keluar melalui amalan yang ringan di lisan, namun berat di timbangan: Salawat.
1. Selawat: Bukti Cinta dan Kunci Kecukupan
Selawat bukan sekadar ucapan, melainkan bentuk cinta kepada Rasulullah ﷺ. Allah SWT bersamanya para malaikat berselawat kepada Nabi, maka sungguh merugi kita jika tidak membasahi lisan dengan selawat.
Dalam hadis riwayat Ubay bin Ka’ab, ia bertanya kepada Rasulullah tentang berapa banyak waktu yang harus ia gunakan untuk berselawat. Rasulullah menjawab bahwa semakin banyak, maka semakin baik. Hingga akhirnya Rasulullah bersabda:
“Jika engkau menjadikan seluruh waktumu untuk berselawat, maka Allah akan mencukupi semua keinginanmu dan mengampuni dosa-dosamu.”
2. Kisah Pemuda Miskin dan Keteguhan Hati
Dikisahkan oleh (Alm) KH. Fachruddin Isaac, ada seorang pemuda yang hidupnya sangat sulit. Atas saran gurunya, ia dan istrinya mulai merutinkan selawat. Mereka berselawat saat memasak, saat berjalan, dan di setiap sela waktu.
Awalnya, keadaan tidak langsung berubah. Rasa putus asa sempat menghampiri sang istri, namun sang suami menenangkan: “Istiqomah itu marathon, bukan sprint. Allah sedang melihat proses kita.”
3. Keajaiban yang Tak Terduga
Puncaknya, terjadi peristiwa di istana. Mahkota Raja hilang. Sang pemuda, karena desakan ekonomi agar keluarganya bisa makan, memberanikan diri mendaftar untuk menemukan mahkota tersebut dalam waktu 7 hari. Syaratnya hanya satu: Raja harus mengirimkan porsi makanan ke rumahnya setiap hari sesuai jumlah harinya (hari pertama 1 porsi, hari kedua 2 porsi, dst).
Inilah keajaiban selawat:
- Ketajaman Intuisi: Setiap kali kawanan pencuri mengirim mata-mata ke rumahnya, sang pemuda (dengan ilham dari Allah karena hatinya tenang dengan zikir) selalu bisa menebak jumlah mereka. “Istriku, hari ini akan ada 3 orang datang,” dan benar saja, 3 mata-mata datang mengintip.
- Goyahnya Hati Musuh: Melihat ketepatan pemuda itu, pemimpin pencuri ketakutan. Ia mengira pemuda itu memiliki kekuatan sakti. Akhirnya, di hari ketujuh, sang pencuri menyerahkan diri dan mengembalikan mahkota.
- Hadiah yang Melimpah: Pemuda itu mendapatkan hadiah besar dan namanya harum seantero negeri.
4. Pelajaran tentang Kerendah-hatian
Kisah ini ditutup dengan kebersahajaan sang pemuda. Saat diminta memberikan khutbah Jumat di masjid besar karena ketenarannya, ia naik ke mimbar dan hanya berpesan singkat untuk merapikan barisan, lalu turun karena merasa dirinya bukan ahli pidato. Kejujuran dan kerendah-hatiannya justru membuat jamaah semakin hormat kepadanya.
Kesimpulan untuk Kita Hari Ini
Istiqomah dalam selawat adalah magnet pertolongan Allah. Dari perut yang lapar menjadi meja makan yang penuh; dari ancaman hukuman menjadi anugerah besar; dari kegelisahan menjadi ketenangan.
Mari kita rutinkan:
- 100/Time selawat setiap pagi dan petang.
- Menjadikan selawat sebagai “musik” dalam setiap aktivitas harian (menyetir, memasak, menunggu).
Semoga Allah memudahkan segala urusan kita, melunasi hutang-hutang kita, dan mengumpulkan kita bersama Rasulullah ﷺ di akhirat kelak. Amin.


Tinggalkan Balasan