Kita semua pasti akan pulang, meninggal, dan mempertanggungjawabkan penghambaan kita di hadapan Allah SWT.
Bagaimana caranya agar kita senantiasa mengingat identitas kita sebagai hamba?
Al-Qur’an memberikan solusi dan alat utamanya: Shalat.
Allah berfirman:
وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي
“Tunaikanlah salat supaya engkau ingat, engkau itu hamba.” (Lihat Q.S. Taha [20] ayat 14)
Pentingnya Shalat:
- Para nabi terdahulu, seperti Nabi Musa, Nabi Isa, Nabi Zakaria, dan Nabi Ismail (kakek moyang Nabi Muhammad SAW), semuanya menunaikan shalat. Bahkan Nabi Ismail meminta keluarganya untuk mendirikan shalat (Q.S. Maryam [19] ayat 55).
- Nabi Muhammad SAW bersabda, “Perbedaan utama insan beriman yang taat dengan orang yang ingkar di hadapan Allah itu shalatnya.” (Al-Farqu baynal mukmin wal kafir as-shalah).
V. Penutup: Jaga Shalat, Jaga Tujuan Hidup
Shalat adalah pembeda antara keimanan dan kekufuran, sekaligus pengingat harian yang menjaga akar tujuan hidup kita. Dengan menjaga shalat, kita menjaga kesadaran akan identitas kita sebagai hamba, sehingga semua aktivitas kita senantiasa terarah pada tujuan utama: menghamba kepada Allah SWT.
Berdasarkan Tausiyah Ustadz Adi Hidayat
Halaman

Tinggalkan Balasan