BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Kepulangan dan Pembuktian

Rasulullah kembali ke Mekah pada malam yang sama. Dalam perjalanan pulang, beliau melewati kafilah Quraisy yang datang dari Syam. Ada seekor unta yang terkejut melihat Buraq hingga kakinya patah. Rasulullah juga meminum air dari mangkok milik kafilah tersebut.

Keesokan harinya, ketika Rasulullah menceritakan peristiwa Isra Mi’raj, banyak orang Quraisy yang mengejek dan mendustakannya. Mereka bertanya detail tentang Baitul Maqdis. Allah kemudian memperlihatkan Baitul Maqdis dari jauh sehingga Rasulullah dapat menceritakan dengan sangat rinci dan teliti.

Beberapa Muslim yang lemah imannya bahkan murtad setelah mendengar cerita ini. Namun Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu berkata dengan tegas, “Jika Rasulullah mengatakannya, maka itu semua benar dan aku percaya kepadanya.” Sejak itu, Abu Bakar diberi gelar “Ash-Shiddiq” (orang yang sangat membenarkan).

Bukti kebenaran perjalanan Rasulullah terbukti ketika kafilah yang disebutkan beliau benar-benar tiba dengan kondisi persis seperti yang diceritakan – ada unta berpunuk dua dengan warna coklat tua dan belang-belang, salah satu unta terluka, dan air minum mereka berkurang.

Hikmah dan Pelajaran

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah, peristiwa Isra Mi’raj mengajarkan kita banyak pelajaran:

  1. Keimanan kepada Yang Ghaib: Kita harus beriman kepada kuasa Allah yang melampaui akal manusia.
  2. Pentingnya Salat: Kewajiban salat diberikan langsung dari Allah di langit, menunjukkan betapa pentingnya ibadah ini.
  3. Konsekuensi Perbuatan: Berbagai pemandangan simbolik mengingatkan kita akan balasan perbuatan kita di akhirat.
  4. Kemuliaan Rasulullah: Beliau adalah satu-satunya manusia yang diperkenankan melampaui Sidratul Muntaha untuk bertemu Allah.
  5. Kesabaran dalam Ujian: Sebelum kemuliaan Isra Mi’raj, Rasulullah mengalami kesedihan mendalam. Allah menghibur hamba-Nya yang sabar.

Peristiwa Isra Mi’raj adalah perjalanan fisik yang nyata, bukan mimpi atau perjalanan ruh saja. Buktinya adalah pembedahan dada Rasulullah, penggunaan Buraq, ikatan Buraq di Baitul Maqdis, dan bukti-bukti fisik lainnya yang dapat diverifikasi.

Wallahu a’lam bishawab.

Mari kita tutup kajian subuh ini dengan memperbanyak selawat kepada Rasulullah ﷺ dan bertekad untuk menjaga salat lima waktu yang merupakan hadiah langsung dari perjalanan mulia beliau.

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad.


Semoga kajian ini bermanfaat dan menambah keimanan kita. Tuliskan hajat dan doa Anda di hati, semoga Allah mengabulkan semua hajat yang baik. Amin ya Rabbal ‘alamin.