Kesimpulan
Jangan sampai kita menjadi “Muslim bersyarat”—yang hanya mau menyembah Allah saat senang, tapi berpaling saat susah. Ingatlah nasehat UAS: “Allah itu Maha Kuasa, Dia tidak punya atasan, dan Dia bertindak sesuai kehendak-Nya yang pasti mengandung kebaikan bagi hamba-Nya yang husnuzzan (berprasangka baik).”
Jika ujian terasa berat, angkatlah tanganmu. Katakan “Allahu Akbar”—Allah Maha Besar, dan masalahmu ini kecil di mata-Nya. Kembalilah berserah diri (taslim), karena itulah hakikat sejati dari seorang Muslim.
Halaman


Tinggalkan Balasan