Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT. Mari kita senantiasa meningkatkan takwa dan syukur, karena kita masih dianugerahi iman dan dibimbing untuk membuktikan keimanan itu, salah satunya dengan menunaikan ibadah salat Jumat. Sebagaimana firman Allah:

{Yā ayyuhal-ladhīna āmanū idhā nūdiya liṣ-ṣalāti min yaumil-jumu‘ati fas‘au ilā żikrillāh}

(Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan salat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah.)

Hari Jumat memiliki keistimewaan dan amalan khusus yang dapat memberikan cahaya bagi kehidupan kita.

I. Keutamaan dan Derajat Hadis Surah Al-Kahfi

Salah satu amalan istimewa di hari Jumat adalah membaca dan mendalami Surah Al-Kahfi.

Sebuah hadis dari Abu Sa’id Al-Khudri RA yang didokumentasikan oleh Imam Al-Hakim Al-Naisaburi dalam kitab Al-Mustadrak (no. hadis 3392) menyebutkan:

“Siapa yang membaca, memahami, dan mendalami Surah Al-Kahfi di hari Jumat, maka Allah akan berkenan memberikan cahaya (nur) khusus kepada orang itu, yang diberikan di antara dua Jumat.”

Status hadis ini adalah sahih, setara dengan standar yang dihimpun oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim. Artinya, keutamaan ini bukanlah sekadar fadhilah ringan, melainkan janji pasti dari Rasulullah SAW.

II. Makna “Nur” (Cahaya) dalam Al-Qur’an

Mengapa Allah memberikan nur (cahaya) bagi pembaca Surah Al-Kahfi?

Kata “An-Nur” disebutkan sebanyak 45 kali dalam Al-Qur’an dan menjadi nama Surah ke-24 (An-Nur). Setelah dikaji, para ulama menyimpulkan 45 penyebutan ini merujuk kepada 12 kualifikasi makna cahaya yang akan didapatkan oleh orang yang membaca, memahami, mendalami, dan mengamalkan isi Surah Al-Kahfi.

Dari 12 makna tersebut, dua makna utama yang relevan dengan kehidupan adalah:


1. Nur Bermakna Al-Islam 🕋

Cahaya pertama adalah Al-Islam. Sebagaimana dalam Surah As-Saff ayat 8, Allah berfirman tentang orang-orang yang berupaya memadamkan cahaya Islam:

{Yurīdūna liyuṭfi’ū nūrallāh bi’afwāhihim…}

(Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut mereka…)

  • Hikmah: Orang yang menggali dan memahami makna-makna dalam 110 ayat Surah Al-Kahfi, maka Allah akan semakin kuatkan, tanamkan, dan dalamkan cahaya Islam yang ada pada dirinya.
  • Relevansi: Surah Al-Kahfi berisi kurikulum kehidupan dan kebaikan (hudan), yang bila diamalkan akan mengangkat hidup pelakunya dalam kemajuan, kecerahan, dan peradaban terbaik. Mulai dari bagaimana menjadi ayah/suami yang ideal, berdagang yang benar, menggunakan lisan dan panca indra sesuai tuntunan Islam, semua termaktub dalam pedoman ini.

2. Nur Bermakna Al-Iman ✨

Cahaya kedua adalah Al-Iman (keimanan). Sebagaimana dalam Surah Al-Baqarah ayat 257:

{Allāhu walīyul-lażīna āmanū, yukhrijuhum minaẓ-ẓulumāti ilan-nūr…}

(Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan-kegelapan (maksiat/masalah) kepada cahaya (iman).)

  • Hikmah: Orang yang beriman dan menjadikan Allah sebagai pelindung (Wali), standar hidupnya akan selalu terbebas dari kegelapan (ẓulumāt) menuju cahaya (nūr).
    • Ẓulumāt di sini berarti maksiat (kegelapan hati), kesulitan pekat, atau masalah yang berat (pekerjaan, rumah tangga, keuangan).
  • Solusi: Membangun hubungan dekat dengan Allah melalui takwa (taqwā) adalah jalan keluar dari ẓulumāt. Semakin dekat hubungan dengan Allah, semakin mudah kesulitan dilepaskan (diberikan makhrajan), rezeki datang dari arah tak terduga, kebahagiaan diraih, dan pengetahuan ditingkatkan.
  • Relevansi Surah Al-Kahfi: Surah ini menyajikan kisah-kisah yang membutuhkan penguatan iman untuk menyelesaikan masalah, seperti kisah Ashabul Kahfi (pemuda yang berjuang mempertahankan iman hingga ke gua) dan dialog antara pemilik dua kebun (yang bangga dengan harta dan kedudukan) dengan sahabatnya (yang memiliki iman dan takwa). Kisah-kisah ini mengajarkan bahwa masalah tidak selesai hanya dengan jabatan atau harta, melainkan dengan mengoptimalkan iman dan takwa.

III. Penutup dan Doa

Semoga kita semua bisa menjadikan Al-Qur’an, khususnya Surah Al-Kahfi di hari Jumat, bukan hanya sebagai bacaan pahala, tetapi sebagai kurikulum hidup yang kita amalkan isinya. Dengan demikian, kita akan mendapatkan cahaya dan bimbingan Allah dari Jumat ke Jumat, menjadi Muslim sejati, dan diberikan solusi serta keberkahan dalam kehidupan.

Semoga Allah senantiasa menjaga negeri kita Indonesia, memberikan hidayah kepada para pemimpinnya, dan memberikan pertolongan kepada saudara-saudari kita di Palestina.