2. Nur Bermakna Al-Iman ✨

Cahaya kedua adalah Al-Iman (keimanan). Sebagaimana dalam Surah Al-Baqarah ayat 257:

{Allāhu walīyul-lażīna āmanū, yukhrijuhum minaẓ-ẓulumāti ilan-nūr…}

(Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan-kegelapan (maksiat/masalah) kepada cahaya (iman).)

  • Hikmah: Orang yang beriman dan menjadikan Allah sebagai pelindung (Wali), standar hidupnya akan selalu terbebas dari kegelapan (ẓulumāt) menuju cahaya (nūr).
    • Ẓulumāt di sini berarti maksiat (kegelapan hati), kesulitan pekat, atau masalah yang berat (pekerjaan, rumah tangga, keuangan).
  • Solusi: Membangun hubungan dekat dengan Allah melalui takwa (taqwā) adalah jalan keluar dari ẓulumāt. Semakin dekat hubungan dengan Allah, semakin mudah kesulitan dilepaskan (diberikan makhrajan), rezeki datang dari arah tak terduga, kebahagiaan diraih, dan pengetahuan ditingkatkan.
  • Relevansi Surah Al-Kahfi: Surah ini menyajikan kisah-kisah yang membutuhkan penguatan iman untuk menyelesaikan masalah, seperti kisah Ashabul Kahfi (pemuda yang berjuang mempertahankan iman hingga ke gua) dan dialog antara pemilik dua kebun (yang bangga dengan harta dan kedudukan) dengan sahabatnya (yang memiliki iman dan takwa). Kisah-kisah ini mengajarkan bahwa masalah tidak selesai hanya dengan jabatan atau harta, melainkan dengan mengoptimalkan iman dan takwa.

III. Penutup dan Doa

Semoga kita semua bisa menjadikan Al-Qur’an, khususnya Surah Al-Kahfi di hari Jumat, bukan hanya sebagai bacaan pahala, tetapi sebagai kurikulum hidup yang kita amalkan isinya. Dengan demikian, kita akan mendapatkan cahaya dan bimbingan Allah dari Jumat ke Jumat, menjadi Muslim sejati, dan diberikan solusi serta keberkahan dalam kehidupan.

Semoga Allah senantiasa menjaga negeri kita Indonesia, memberikan hidayah kepada para pemimpinnya, dan memberikan pertolongan kepada saudara-saudari kita di Palestina.