“Jaga makananmu agar doamu mustajab (dikabulkan). Jangan sampai kita korupsi atau menghalalkan segala cara hanya karena takut tidak makan,” pesannya.
Ia juga menyinggung fenomena nepotisme dan persaingan tidak sehat dalam mencari nafkah. “Orang yang hanya memikirkan perut, hakikatnya tidak lebih besar dari yang keluar dari perut itu sendiri,” kritiknya tajam.
Wakaf, Infak, dan Sedekah sebagai Investasi Akhirat
Di akhir ceramah, sang ustaz menekankan pentingnya berbagi harta melalui wakaf, infak, dan sedekah. “Yang kau habiskan untuk makan akan busuk, yang kau belikan pakaian akan lapuk. Hanya yang kau sedekahkan untuk Allah yang akan kekal abadi,” katanya.
Ia menambahkan, sedekah tidak harus berupa materi besar. Bahkan senyuman kepada sesama pun bernilai sedekah yang akan dikenang dan didoakan orang hingga kita meninggal dunia.
“Jangan remehkan perbuatan baik walau sekecil apapun. Senyummu ke wajah saudaramu adalah sedekah yang akan dikenang sepanjang zaman,” pungkasnya mengakhiri ceramah penuh hikmah tersebut.
Ceramah ini mengajak umat untuk menguatkan iman dengan takbir, bersabar dalam ujian, dan senantiasa berbagi kepada sesama sebagai bukti cinta kepada Allah SWT.


Tinggalkan Balasan