PUNGGAWANEWS, Sering kali, dalam hidup, kita merasa bahwa keinginan kita adalah yang terbaik. Ketika kenyataan tidak sesuai dengan harapan, kita merasa kecewa dan sulit menerima takdir. Namun, Ustadz Adi Hidayat mengingatkan kita untuk selalu yakin bahwa segala sesuatu yang datang dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala pasti baik, meskipun pada awalnya terasa tidak menyenangkan.
Pikiran Manusia vs. Rencana Allah
Sebagai manusia, kita cenderung memiliki pandangan yang pendek. Kita menginginkan sesuatu yang terlihat baik di mata kita, padahal Allah Maha Mengetahui mana yang sesungguhnya maslahat (bermanfaat) untuk kita.
Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 216:
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
Ayat ini mengajarkan kita untuk tidak berprasangka buruk pada ketetapan Allah. Apa yang kita inginkan dengan pikiran pendek, mungkin saja akan membawa kesulitan di masa depan. Sebaliknya, apa yang kita benci atau anggap sulit, bisa jadi di dalamnya terkandung kebaikan besar yang sedang Allah rencanakan.
Ustadz Adi Hidayat memberikan contoh nyata: seseorang yang gagal diterima di pekerjaan impiannya justru mendapatkan pekerjaan lain yang lebih baik, memberinya keberkahan dan bahkan mempertemukannya dengan jodoh yang tepat. Ini adalah bukti bahwa rencana Allah selalu jauh lebih baik dari apa yang kita bayangkan.
Empat Tipe Manusia dalam Menghadapi Aturan Allah
Menurut Ustadz Adi Hidayat, ada empat tipe manusia dalam menyikapi aturan yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya:
- Mengikuti Aturan: Orang yang taat pada aturan Allah, hidupnya akan dimudahkan. Rezeki, urusan, dan kehidupannya akan terasa ringan. Ketaatan membawa kemudahan dan keberkahan.
- Keluar dari Aturan: Orang yang melanggar aturan Allah, pada awalnya mungkin merasa senang, namun pada akhirnya akan mengalami kesulitan dan kesengsaraan. Contohnya, orang yang berdusta akan celaka pada waktunya.
- Membuat Aturan Sendiri: Tipe ini adalah orang yang diberi aturan oleh Allah tetapi justru membuat aturannya sendiri. Contohnya, saat sakit justru pergi ke dukun alih-alih berikhtiar dengan mendatangi dokter, atau saat kekeringan justru melakukan ritual yang tidak diajarkan agama. Hal ini justru mempersulit hidup.
- Tidak Mau Diatur: Tipe ini adalah yang paling buruk, mereka tidak mau diatur sama sekali. Mereka adalah orang-orang yang disebut fasik, yaitu orang yang keluar dari jalan kebenaran.
Membangun Kehidupan yang Lebih Baik
Untuk mendapatkan perbaikan hidup, Ustadz Adi Hidayat mengajak kita untuk mengevaluasi diri. Sudahkah kita sepenuhnya taat kepada Allah dan Rasul-Nya? Apakah ketaatan kita dilandasi keyakinan yang kuat, bukan keraguan?
Pelajarilah aturan-aturan Allah, baik itu dalam salat, muamalah, maupun kehidupan rumah tangga. Seringkali, kesulitan yang kita hadapi adalah akibat dari ketidaktahuan kita akan aturan-aturan tersebut. Dengan memahaminya, kita akan menyadari bahwa rencana Allah adalah yang terbaik, dan bersabar dalam menghadapi ujian akan membuka pintu-pintu kebahagiaan yang tidak pernah kita duga.


Tinggalkan Balasan