“Ketika malam tiba dan ia hendak menyentuh keponakannya, sang keponakan berkata: ‘Paman, jangan membuka khatam kecuali dengan haknya.’ Ada riwayat lain yang mengatakan: ‘Bertakwalah kepada Allah,'” ujar Ustadz Adi.
Mendengar kalimat itu, pria tersebut langsung sadar dan meninggalkan keponakannya karena takut kepada Allah. Ia kemudian berdoa: “Ya Allah, jika ini adalah amal yang Engkau ridhai—meninggalkan maksiat karena takut kepada-Mu—maka bebaskanlah kami dari batu yang menutupi ini.”
Batu pun bergeser, dan ketiga orang itu selamat.
Al-Qur’an Memerintahkan Bertawasul Melalui Amal Saleh
Ustadz Adi merujuk pada Surah Al-Ma’idah ayat 35 yang berbunyi:
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan) untuk mendekatkan diri kepada-Nya.”
“Ini adalah instruksi Al-Qur’an. Kita bisa menggunakan amal saleh sebagai jaminan untuk memohon kepada Allah agar mengabulkan permohonan kita,” jelasnya.
Ustadz Adi menekankan bahwa amal saleh tidak hanya berupa perbuatan baik yang terlihat seperti shalat tahajud, menghafal Al-Qur’an, atau bersedekah—tetapi juga meninggalkan perbuatan maksiat.


Tinggalkan Balasan