BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Teladan dari Kehidupan Rasulullah

Ustaz Adi menjelaskan bahwa seluruh pengalaman emosional manusia—mulai dari kegelisahan, kebahagiaan, hingga kekhawatiran—sebenarnya telah dialami oleh Nabi Muhammad SAW. Kehidupan Rasulullah menjadi miniatur lengkap yang mengajarkan umat bagaimana mengatasi berbagai problematika.

Salah satu episode yang diulas adalah masa ketika wahyu tidak turun dalam periode yang cukup panjang. Rasulullah gelisah hingga naik ke bukit berulang kali, mencari jawaban. Sikap ini justru dimanfaatkan kaum kafir Quraisy untuk menuduh beliau telah kehilangan akal dan ditinggalkan oleh Tuhannya.

Turunnya Surah Ad-Dhuha dan Al-Insyirah

Di tengah cacian dan tuduhan tersebut, Allah menurunkan Surah Ad-Dhuha (93) dan Al-Insyirah (94) sebagai jawaban dan penghiburan. Ustaz Adi mengupas makna mendalam dari ayat “Wad-dhuha” yang tidak sekadar bersumpah demi waktu dhuha, tetapi mengilustrasikan segala kenikmatan dan ketenangan yang pernah dirasakan Rasulullah.

“Allah berfirman seolah-olah: ‘Aku bersumpah demi segala kebahagiaan yang pernah engkau rasakan, Aku tidak akan meninggalkanmu,'” papar Ustaz Adi menjelaskan tafsir ayat tersebut.

Demikian pula dengan kata “wal-laili idza saja” (demi malam ketika gelap gulita), yang menggambarkan kesulitan pekat yang membuat seseorang kehilangan arah, bagaikan berada dalam kegelapan total.