PUNGGAWANEWS, Dalam sebuah kajian keagamaan yang disampaikan kepada jamaah, Ustaz Adi Hidayat memberikan pencerahan mengenai cara-cara praktis untuk menumbuhkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Penceramah kondang ini menjawab pertanyaan jamaah tentang bagaimana memperkuat keimanan yang kerap naik turun dalam kehidupan sehari-hari.

Iman yang Dinamis

Mengawali penjelasannya, Ustaz Adi Hidayat merujuk pada hadis dalam Shahih Bukhari yang menyatakan bahwa keadaan iman seseorang bersifat dinamis. “Al imanu yazidu wa yanqus – iman itu bisa naik dan bisa turun,” jelasnya menukil hadis tersebut.

Menurut penceramah yang akrab disapa UAH ini, peningkatan iman dapat dicapai melalui perbanyakan ketaatan dan ibadah. Sebaliknya, kemunduran iman terjadi ketika seseorang terjerumus dalam perbuatan maksiat.

“Jika ingin menaikkan iman, perbanyaklah ketaatan. Tambahkan shalat sunnah seperti tahajud dan dhuha. Perbanyak dzikir dengan lisan. Ketika organ tubuh kita difungsikan untuk ketaatan, secara otomatis keinginan untuk bermaksiat akan berkurang,” paparnya.

Tiga Pilar Cinta kepada Rasulullah

Setelah membangun fondasi keimanan yang kuat, Ustaz Adi menawarkan tiga metode utama untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW:

1. Memperbanyak Shalawat dengan Penghayatan

Kiat pertama adalah rajin bershalawat sambil mempelajari sosok Nabi Muhammad SAW secara mendalam. “Pelajari dulu bagaimana rupa dan kepribadian Rasulullah dari kitab-kitab sirah. Bayangkan postur tubuhnya yang ideal, rambut indahnya yang mengalir hingga bahu, mata yang memukau, dan alis yang tajam,” ungkapnya.

Ustaz Adi meyakini bahwa orang yang bershalawat dengan penuh penghayatan terhadap sosok Nabi berpeluang mendapat anugerah Allah, bahkan bisa berjumpa dengan Rasulullah dalam mimpi.

2. Mengamalkan Sunnah-sunnah Nabi

Cara kedua adalah memaksimalkan pengamalan sunnah-sunnah Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari dengan landasan cinta. Ini tidak terbatas pada ritual ibadah saja, melainkan mencakup seluruh aspek kehidupan.

“Ketika kita menjaga lisan untuk berkata baik karena cinta kepada Nabi, atau ketika kita melihat yang baik-baik karena cinta kepada Nabi, itu adalah amalan tingkat tinggi,” jelasnya sembari merujuk pada QS Ali Imran ayat 31 tentang janji Allah mengampuni dosa bagi yang mengikuti sunnah Nabi karena cinta kepada-Nya.

3. Bersedekah atas Nama Cinta kepada Nabi

Pilar ketiga adalah bersedekah yang dilandasi kecintaan kepada Rasulullah. Ustaz Adi bahkan menceritakan kisah Abu Lahab yang mendapat keringanan siksa di neraka setiap hari Senin karena pernah membebaskan budaknya, Suwaibah, ketika gembira atas kelahiran Nabi Muhammad.

“Jika Abu Lahab yang jelas-jelas musuh Nabi saja mendapat keringanan siksa karena pernah bergembira atas kelahiran Rasulullah, apalagi kita yang bersedekah karena cinta kepada beliau,” terangnya.

Jaminan Berkumpul dengan Rasulullah

Untuk memperkuat argumennya, Ustaz Adi menceritakan kisah seorang Arab Badui yang bertanya kepada Nabi tentang waktu kiamat. Ketika ditanya tentang persiapannya menghadapi kiamat, orang tersebut menjawab bahwa ibadahnya biasa-biasa saja, namun ia memiliki modal utama: cinta kepada Rasulullah.

“Rasulullah kemudian bersabda: ‘Al-mar’u ma’a man ahabb’ – seseorang akan bersama dengan yang dicintainya di hari kiamat. Hadis ini menjadi kabar gembira bahwa cinta kepada Nabi dapat menjadikan kita berkumpul dengan beliau di akhirat,” ungkap Ustaz Adi.

Kerinduan Rasulullah kepada Umatnya

Dalam penutup kajiannya, Ustaz Adi menyampaikan hadis yang menyentuh tentang kerinduan Rasulullah kepada umatnya yang hidup setelah zaman beliau. “Nabi pernah bersabda bahwa beliau merindukan saudara-saudaranya, yaitu orang-orang yang beriman kepadanya tanpa pernah melihatnya. Itulah kita,” jelasnya dengan nada haru.

Penceramah ini menutup kajiannya dengan pesan agar umat Islam menjadi pribadi yang penuh kasih sayang seperti yang diajarkan Rasulullah, saling menyayangi meski berbeda pendapat, bahkan mendoakan mereka yang belum beriman.

“Ketika kita sudah memiliki sifat seperti yang Nabi ajarkan, hidup akan menjadi tenang. Masalah akan selalu ada dalam hidup, namun dengan landasan cinta kepada Rasulullah, kita akan menghadapinya dengan sabar dan bijaksana,” pungkas Ustaz Adi Hidayat.

Kajian ini memberikan panduan praktis bagi umat Islam untuk memperkuat ikatan spiritual dengan Rasulullah SAW melalui tiga pendekatan yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber