Namun Allah menenangkan hati melalui firman-Nya:
“Mâ waddaka rabbuka wa mâ qalâ.”
Tuhanmu tidak meninggalkanmu dan tidak pula membencimu.

Jika ingin berbicara kepada Allah—salatlah.
Jika ingin Allah berbicara kepadamu—bacalah Al-Qur’an.

Di sanalah kita sadar: kesendirian bukan hukuman, tetapi ruang untuk kembali mendekat.

Penutup: Sunyi yang Menghidupkan

Sunyi di tengah keramaian bukan tanda kalah. Ia adalah panggilan untuk pulang—pulang kepada Allah.

Selama kita masih mau salat, masih mau membaca Al-Qur’an, masih mau beristigfar, maka rahmat Allah tetap menaungi. Dan selama nama Nabi Muhammad ﷺ masih disebut dalam selawat, umat ini tidak akan pernah benar-benar sendiri.