Prosesi Pengkafanan dan Penyalatkan Jenazah
Pengkafanan dengan Tiga Helai Kain Putih
Setelah selesai dimandikan, jenazah Rasulullah ﷺ lantas dilapisi dengan kain kafan. Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu melapisi jasad beliau dengan tiga helai kain putih berbahan katun (quthun). Tidak ada gamis (baju) dan tidak ada sorban, hanya tiga lembar kain putih yang menutup seluruh tubuh beliau.
Ini sesuai dengan sunnah Rasulullah ﷺ dalam mengkafani jenazah, sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha:
“Rasulullah ﷺ dikafani dengan tiga helai kain putih dari kain katun Yaman, tidak ada gamis dan tidak ada sorban.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Penyalatkan Jenazah secara Bergiliran
Setelah dikafani, jenazah Rasulullah ﷺ diletakkan di atas ranjang di kamar Aisyah radhiyallahu ‘anha—istri beliau yang paling dicintai. Para sahabat dan kaum muslimin kemudian bergantian mensalatkan jenazah beliau tanpa ada imam yang memimpin. Mereka masuk secara bergelombang: laki-laki terlebih dahulu, kemudian perempuan, lalu anak-anak.
Ini adalah penghormatan luar biasa, di mana setiap individu umat Islam pada masa itu diberi kesempatan untuk mensalatkan jenazah Rasulullah ﷺ secara langsung.


Tinggalkan Balasan