Prosesi Pemandian Jenazah Rasulullah ﷺ
Persiapan dan Pelaksanaan
Setelah dipastikan bahwa Rasulullah ﷺ telah wafat, para sahabat segera mempersiapkan prosesi pemandian jenazah beliau. Berbeda dengan prosesi pemandian jenazah pada umumnya, jenazah Rasulullah ﷺ dimandikan tanpa melepaskan pakaian dari badan beliau.
Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah ﷺ sebelum wafat, bahwa beliau tidak ingin badannya terlihat oleh siapa pun, bahkan oleh keluarga terdekat sekalipun. Ini adalah bentuk kehormatan dan kesucian yang dijaga dengan sangat ketat.
Siapa yang Memandikan Jenazah Rasulullah ﷺ?
Prosesi pemandian jenazah Rasulullah ﷺ dilakukan oleh beberapa orang terdekat beliau, yaitu:
- Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu – sepupu dan menantu Rasulullah ﷺ, yang memimpin prosesi pemandian
- Al-Abbas bin Abdul Muthalib radhiyallahu ‘anhu – paman Rasulullah ﷺ
- Al-Fadl bin Abbas radhiyallahu ‘anhu – putra Al-Abbas
- Qutham bin Abbas radhiyallahu ‘anhu – putra Al-Abbas yang lain
- Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu – pemuda yang sangat dicintai Rasulullah ﷺ
- Syuqran radhiyallahu ‘anhu – budak yang dimerdekakan oleh Rasulullah ﷺ
Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata setelah selesai memandikan jenazah Rasulullah ﷺ:
“Demi ayah dan ibuku sebagai tebusanmu, ya Rasulullah! Engkau indah dalam hidup, dan engkau indah dalam kematianmu.”


Tinggalkan Balasan