Wafatnya Rasulullah ﷺ: Hari yang Paling Kelam dalam Sejarah Islam

Waktu dan Keadaan Wafat

Rasulullah Muhammad ﷺ wafat pada hari Senin, bulan Rabiul Awal tahun ke-11 Hijriah (bertepatan dengan 632 Masehi). Wafatnya beliau merupakan berita yang amat sangat menggemparkan dan memilukan hati seluruh kaum muslimin pada masa itu.

Sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata:

“Aku tidak pernah melihat hari yang lebih cerah dan indah daripada hari ketika Rasulullah ﷺ tiba di Madinah. Dan aku tidak pernah melihat hari yang lebih gelap dan kelam daripada hari ketika Rasulullah ﷺ wafat.”

Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu bahkan sempat tidak percaya dan mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ hanya pingsan dan akan kembali. Barulah setelah Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu membacakan ayat Al-Qur’an, Umar pun menyadari bahwa Rasulullah ﷺ benar-benar telah berpulang ke Rahmatullah.

Allah Ta’ala berfirman dalam Surah Ali Imran ayat 144:

وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِ الرُّسُلُ ۚ أَفَإِن مَّاتَ أَوْ قُتِلَ انقَلَبْتُمْ عَلَىٰ أَعْقَابِكُمْ

“Dan Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh, kamu berbalik ke belakang (murtad)?” (QS. Ali Imran: 144)