PUNGGAWANEWS, Kisah kesetiaan dan keberanian datang dari sosok yang jarang dibahas, yaitu seorang jin bernama Muhbar bin Ahbar. Muhbar dikenal sebagai jin yang sangat dicintai oleh Rasulullah SAW karena dedikasi dan keimanannya yang luar biasa.

Muhbar bin Ahbar bukanlah sosok baru dalam sejarah keimanan. Diketahui bahwa ia telah beriman kepada Allah SWT sejak zaman Nabi Nuh AS. Keimanan ini terus dipegangnya teguh hingga ia hidup pada masa Rasulullah SAW.

Suatu hari, Muhbar mendapati istrinya menangis. Setelah ditanya, sang istri mengungkapkan bahwa penyebab kesedihannya adalah ulah seorang jin bernama Musfir. Jin Musfir ini ternyata bersekongkol dengan kaum Quraisy untuk menghina Rasulullah SAW dengan kata-kata yang keji dan merendahkan.

Mendengar penghinaan terhadap utusan Allah, Muhbar diliputi amarah. Ia segera mengejar Musfir. Pertarungan sengit antara kedua jin ini tak terhindarkan dan terjadi di sekitar Bukit Safa dan Marwah. Berkat tekad dan keberaniannya, Muhbar berhasil menaklukkan Musfir.

Keesokan harinya, Muhbar menemui Rasulullah SAW dan menceritakan seluruh kejadian tersebut. Namun, kesetiaan Muhbar tidak berhenti di situ. Sebagai wujud keteguhan imannya dan pembelaan terhadap Rasulullah, ia melakukan tindakan yang sangat berani dan mengejutkan.

Muhbar bin Ahbar masuk ke dalam berhala Hubal, salah satu sesembahan utama kaum Quraisy di Ka’bah. Di hadapan seluruh kaum Quraisy, Muhbar menyatakan dengan lantang bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Pengakuan yang datang dari dalam berhala mereka sendiri ini sontak membuat kaum Quraisy marah besar. Emosi mereka memuncak hingga pada puncaknya, mereka menghancurkan berhala-berhala mereka sendiri.

Atas keberanian, kesetiaan, dan ketegasan dalam membela kebenaran ini, Rasulullah SAW memberikan penghormatan istimewa kepada Muhbar. Beliau mengganti nama Muhbar bin Ahbar menjadi nama yang lebih mulia dan bermakna: Abdullah bin Abhar. Perubahan nama ini menjadi penanda abadi bagi dedikasi dan kecintaan Muhbar yang tiada tara kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.