Ia menjelaskan, terdapat 16 ayat dalam Al-Quran yang membahas larangan merusak tumbuhan dan pepohonan. Kitab At-Targhib wat Tarhib karya Al-Mundziri juga mencatat 12 hadits tentang keutamaan menanam dan merawat pohon hingga tumbuh sempurna.
Pahala Mengalir Hingga Hari Kiamat
Uztads Adi Hidayat mengutip hadits dari Anas bin Malik yang diriwayatkan Nabi Muhammad SAW: “Barangsiapa menanam pohon dengan kokoh dan merawatnya sejak benih tumbuh hingga berkembang, baginya pahala yang terus mengalir hingga hari kiamat.”
Menurutnya, setiap manfaat dari pohon yang ditanam—baik buahnya dimakan burung, hewan, maupun manusia—akan tercatat sebagai pahala bagi penananmnya, bahkan setelah ia meninggal.
“Pohon memiliki fungsi beragam: ada yang buahnya untuk dikonsumsi, ada yang menjaga keseimbangan alam, ada yang untuk keindahan. Semuanya adalah tanda kebesaran Allah,” jelasnya.
Kritik terhadap Perusakan Hutan
Uztads Adi Hidayat mengkritik keras praktik penebangan hutan besar-besaran yang terjadi di berbagai wilayah, termasuk di Sumatera. Ia menyebut praktik tersebut sebagai dosa yang dampaknya sudah terlihat melalui berbagai bencana alam.


Tinggalkan Balasan