PUNGGAWANEWS, Seringkali, ibadah dianggap sebagai kewajiban yang berat, namun hakikatnya, ibadah adalah jalan menuju ketenangan dan keberkahan dalam hidup. Ustadz Khalid Basalamah, dalam ceramahnya, menyingkap rahasia di balik ibadah, khususnya amalan sunah, yang ternyata memiliki keutamaan luar biasa dalam kehidupan kita sehari-hari.


Kekuatan Rutinitas: Ibadah Menjadi Ringan dan Menyenangkan

Ketika seseorang membiasakan diri dengan ibadah, Allah akan meringankan ibadah itu baginya. Ibadah yang tadinya terasa berat, seperti salat malam atau puasa, akan menjadi kebiasaan yang nyaman dan mudah dilakukan. Contohnya, jika seseorang rutin salat Tahajud, ia tidak akan merasa terbebani untuk bangun di tengah malam.

Bahkan, rutinitas ini dapat melahirkan ide-ide baru untuk beribadah. Seseorang mungkin tiba-tiba merasa ingin memperpanjang rukuk, sujud, atau membaca surah tertentu. Kisah ulama besar seperti Uwais Al-Qarni membuktikan hal ini; beliau biasa menghabiskan seluruh malam untuk rukuk dan sujud yang panjang karena kecintaannya pada Allah.


Amalan Sunah dan Kedekatan dengan Allah

Amalan sunah adalah kunci untuk meraih cinta Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dalam sebuah hadis Qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Allah berfirman, “Tidak ada yang lebih Aku cintai dari pendekatan diri seorang hamba kepada-Ku daripada apa yang telah Aku wajibkan kepadanya. Dan selanjutnya, seorang hamba terus mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunah sampai Aku mencintainya.

Ketika Allah mencintai seorang hamba, Dia akan menjaganya dari segala keburukan dan mengabulkan setiap permintaannya. Allah berfirman:

  • “Aku akan menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar.” Artinya, telinga kita hanya akan nyaman mendengarkan hal-hal yang baik dan dijauhkan dari hal-hal buruk.
  • “Aku akan menjaga penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat.” Mata kita akan selalu cenderung melihat keindahan ciptaan Allah dan hal-hal yang diridai-Nya.
  • “Aku akan menjaga tangannya yang ia gunakan untuk menjamah.” Tangan kita hanya akan digunakan untuk kebaikan, tidak menyakiti orang lain atau mengambil yang haram.
  • “Aku akan menjaga kakinya yang ia gunakan untuk melangkah.” Kaki kita hanya akan melangkah ke tempat-tempat yang diridai Allah.

Jika kita sudah mencapai level ini, Allah berjanji, “Jika ia meminta kepada-Ku, pasti Aku akan memberinya. Jika ia meminta perlindungan kepada-Ku, pasti Aku akan melindunginya.” Ini adalah keutamaan luar biasa dari amalan sunah yang sering kali kita anggap remeh.


Tiga Keutamaan Amalan Sunah Lainnya

Selain mendekatkan diri kepada Allah, amalan sunah memiliki tiga keutamaan penting lainnya:

  1. Menyempurnakan Kekurangan Amalan Wajib: Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radiyallahu ‘Anhu, Nabi Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda bahwa amal yang pertama kali dihisab pada hari kiamat adalah salat. Jika salat wajib seseorang kurang sempurna, Allah akan melihat apakah ia memiliki salat sunah. Jika ada, salat sunah itu akan menyempurnakan kekurangan pada salat wajibnya. Hal ini juga berlaku untuk puasa, zakat, dan haji.
  2. Menghapus Dosa dan Mengangkat Derajat: Seorang tabi’in bernama Ma’dan bin Abi Thalhah Al-Ya’mari pernah bertanya kepada sahabat Nabi, Tsauban Radiyallahu ‘Anhu, tentang amalan yang dapat membawanya ke surga. Tsauban menjawab, “Perbanyaklah sujud kepada Allah.” Ia menjelaskan bahwa setiap satu sujud akan menghapus satu dosa dan mengangkat satu derajat.
  3. Mendekatkan Diri ke Nabi di Surga: Sahabat Rabi’ah bin Ka’ab Al-Aslami Radiyallahu ‘Anhu pernah melayani Nabi Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam di malam hari. Karena kebaikannya, Nabi menawarkan untuk mengabulkan permintaannya. Dengan cerdas, Rabi’ah meminta satu hal, “Aku hanya meminta agar bisa bersamamu di surga.” Nabi menjawab, “Bantu aku untuk mewujudkan keinginanmu dengan memperbanyak sujud.”

Amalan sunah bukanlah pilihan, melainkan jembatan yang akan membawa kita lebih dekat kepada Allah dan Rasul-Nya. Jangan pernah menganggap remeh amalan sunah karena di dalamnya terkandung rahasia kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan akhirat.

Sumber