Dalam hadis riwayat Ubay bin Ka’ab, ia bertanya kepada Rasulullah tentang berapa banyak waktu yang harus ia gunakan untuk berselawat. Rasulullah menjawab bahwa semakin banyak, maka semakin baik. Hingga akhirnya Rasulullah bersabda:

“Jika engkau menjadikan seluruh waktumu untuk berselawat, maka Allah akan mencukupi semua keinginanmu dan mengampuni dosa-dosamu.”

2. Kisah Pemuda Miskin dan Keteguhan Hati

Dikisahkan oleh (Alm) KH. Fachruddin Isaac, ada seorang pemuda yang hidupnya sangat sulit. Atas saran gurunya, ia dan istrinya mulai merutinkan selawat. Mereka berselawat saat memasak, saat berjalan, dan di setiap sela waktu.

Awalnya, keadaan tidak langsung berubah. Rasa putus asa sempat menghampiri sang istri, namun sang suami menenangkan: “Istiqomah itu marathon, bukan sprint. Allah sedang melihat proses kita.”

3. Keajaiban yang Tak Terduga

Puncaknya, terjadi peristiwa di istana. Mahkota Raja hilang. Sang pemuda, karena desakan ekonomi agar keluarganya bisa makan, memberanikan diri mendaftar untuk menemukan mahkota tersebut dalam waktu 7 hari. Syaratnya hanya satu: Raja harus mengirimkan porsi makanan ke rumahnya setiap hari sesuai jumlah harinya (hari pertama 1 porsi, hari kedua 2 porsi, dst).

Inilah keajaiban selawat:

  • Ketajaman Intuisi: Setiap kali kawanan pencuri mengirim mata-mata ke rumahnya, sang pemuda (dengan ilham dari Allah karena hatinya tenang dengan zikir) selalu bisa menebak jumlah mereka. “Istriku, hari ini akan ada 3 orang datang,” dan benar saja, 3 mata-mata datang mengintip.
  • Goyahnya Hati Musuh: Melihat ketepatan pemuda itu, pemimpin pencuri ketakutan. Ia mengira pemuda itu memiliki kekuatan sakti. Akhirnya, di hari ketujuh, sang pencuri menyerahkan diri dan mengembalikan mahkota.
  • Hadiah yang Melimpah: Pemuda itu mendapatkan hadiah besar dan namanya harum seantero negeri.