Hakikat Diri: Semua Diciptakan dari Tanah

Untuk menghilangkan keangkuhan, kita harus ingat asal-usul kita. Semua manusia, dari orang yang paling dimuliakan hingga yang biasa, diciptakan dari tanah.

“Abdul Somad yang tinggi, Abdul Somad yang diberi mikrofon untuk ngomong… tapi Abdul Somad diciptakan dari tanah.”

  • Tanah Timbun: Sifatnya ingin selalu di atas (sombong).
  • Tanah Liat: Sifatnya susah bayar utang (tidak mau berusaha).
  • Tanah Sengketa: Sifatnya ingin berkelahi saja (penuh perselisihan).

Ingatlah, derajat kemuliaan di mata manusia tidak menjamin kemuliaan di hadapan Allah. Boleh jadi orang yang paling belakang, yang duduk di lantai, lebih dulu masuk surga daripada yang berada di atas mimbar.


2. Jaga Silaturahim dan Investasi Kekal

Pentingnya Silaturahim dan Persatuan

Persaudaraan yang sejati adalah persaudaraan karena Allah. Persaudaraan karena jabatan akan hilang ketika jabatan melayang. Persaudaraan karena harta akan sirna ketika harta binasa. Namun, persaudaraan karena Allah akan kekal abadi, di dunia, dan di surga.

UAS menekankan pentingnya menjaga persatuan:

“Menang jadi arang, kalah jadi abu.”

Berperang atau berselisih tidak ada gunanya, karena hasilnya hanya sisa yang tidak bermakna. Ibaratnya cahaya lampu yang terang karena di luar gelap, seseorang menjadi hebat karena ada orang lain yang mendukungnya. Semua yang hadir dan mendukung acara dakwah ini memiliki andil, meskipun tidak disebutkan namanya. Boleh jadi amal mereka yang ikhlas, karena tidak dilihat orang, lebih banyak daripada amalan yang tampil dan hilang karena riya (pamer) atau sum’ah (ingin didengar).

Investasi yang Kekal

Ketika kita kembali kepada Allah, hanya tiga amalan yang akan kekal:

  1. Makanan yang dimakan (akan menjadi kolesterol, diabetes, dll.).
  2. Pakaian yang dipakai (akan busuk dan ketinggalan zaman).
  3. Yang diwakafkan/disedekahkan (itulah yang akan kekal abadi).

Wujudkan amal jariah sebelum ajal menjemput. Sebagaimana Jenderal Muhammad Yusuf yang pensiun dan membangun Almarkaz Al-Islami, kita juga harus menyiapkan bekal. Bagi yang tidak memiliki kekayaan atau jabatan tinggi, Allah membuka pintu amal jariah melalui Hamil, melahirkan, dan mendidik anak-anak menjadi generasi saleh dan salihah.