3. Shalat Malam (Tahajud) (11 Rakaat)

Shalat malam dianjurkan dengan 11 rakaat (termasuk witir). UAH memberikan tuntunan:

  • Pembukaan (Khofifatain): Awali dengan dua rakaat ringan tanpa Ifititah, tanpa membaca surat selain Al-Fatihah. Tujuannya adalah sebagai warming up dan pembuka.
  • Inti: Kemudian dilanjutkan dengan shalat yang tata caranya rakaat salam} – rakaat salam, matna matna diakhiri dengan satu rakaat witir sebagai penutup.

II. Amalan Kedua: Jangan Lewatkan Al-Qur’an

Amalan kedua adalah menjaga interaksi dengan Al-Qur’an.

  • Pentingnya Membaca: Jangan biarkan satu hari pun berlalu tanpa membaca Al-Qur’an .
  • Dampak: Semakin banyak Al-Qur’an dibaca, semakin terjadi perubahan positif dalam diri, dan yang paling minimal, Allah akan menjaga diri kita dari berbagai bentuk kegelisahan , membuat hati kita selalu tenang.

III. Amalan Ketiga: Menjaga Wudu

Amalan ketiga adalah berusaha untuk senantiasa menjaga wudu.

  • Fungsi Utama: Salah satu fungsi utama wudu adalah mencegah maksiat
  • Doa Kunci: Inilah sebabnya setelah berwudu, kita dianjurkan membaca doa tobat:Ashhadu allaa ilaaha illallaah wa ashhadu anna Muhammadan rasuulullaah. Allaahummaj’alnii minat tawwaabiin… (02:51)
  • Doa ini adalah permohonan agar kita selalu bertobat dan bebas dari maksiat

Penutup

Tiga amalan ini – Shalat 40 Rakaat, Konsisten Membaca Al-Qur’an, dan Menjaga Wudu – adalah kunci spiritual untuk mengangkat derajat hidup, melancarkan urusan dunia, dan menjamin ketenangan. UAH berpesan, “Tolong jaga nanti lihat perbedaannya.”

Oleh: Ustaz Adi Hidayat, Lc., M.A.