• Ujian Kekayaan: Sebagaimana Nabi Sulaiman AS, apakah hartanya membuat ia sombong atau justru semakin dermawan?
  • Ujian Jabatan: Sebagaimana Nabi Daud AS, apakah kekuasaannya digunakan untuk mendekat pada Allah atau melupakan-Nya?
  • Ujian Ketampanan: Sebagaimana Nabi Yusuf AS, apakah fisik yang sempurna membuatnya terjerumus maksiat atau tetap menjaga kehormatan?

4. Kunci Menghadapi Ujian: Syukur, Sabar, dan Ridha

Hanya ada dua respon bagi seorang mukmin yang benar:

  1. Jika diberi nikmat, ia bersyukur. Syukur bukan sekadar ucapan, tapi menggunakan nikmat tersebut di jalan Allah.
  2. Jika diberi musibah, ia bersabar. Sabar bukan berarti diam berpangku tangan. Ahlussunnah wal Jamaah mengajarkan kita untuk tetap berusaha (ikhtiar). Namun, setelah usaha maksimal dilakukan dan hasil belum sesuai, di sanalah letak ketetapan Allah yang harus kita terima.

Puncak tertinggi dari hubungan seorang hamba dengan Tuhannya adalah Ridha. Ridha berarti menerima apapun ketetapan Allah dengan lapang dada. “Roditu billahi rabba”—aku ridha Allah sebagai Tuhanku, baik saat Ia memberiku kesehatan maupun saat Ia memberiku sakit.