Allahumma sholli ala Muhammad wa ala ali Muhammad.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Saudara-saudaraku seiman, mari sejenak kita hentikan hiruk pikuk keseharian. Beberapa menit bersama Allah jauh lebih menenangkan daripada berjam-jam berselancar tanpa arah. Pagi ini, jika video ini hadir di hadapan Anda, insya Allah ini adalah pertanda bahwa Allah SWT hendak menghadirkan solusi atas segala permasalahan hidup Anda. Mari kita telaah bersama keutamaan dahsyat dari amalan ringan, namun berat timbangannya di Padang Mahsyar: Selawat kepada Rasulullah SAW.

🌟 Selawat: Bukti Cinta dan Janji Ittiba’ (Mengikuti Sunnah)

Selawat adalah manifestasi cinta kita yang mendalam kepada Nabi Muhammad SAW. Lebih dari sekadar ucapan di lisan, selawat adalah peneguhan janji untuk mengikuti sunnah beliau, baik dalam ibadah, muamalah, maupun adab sehari-hari. Keutamaan selawat ini telah ditegaskan dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuknya dan ucapkanlah salam dengan sebenar-benarnya salam.” (QS. Al-Ahzab: 56)

Bayangkan, Allah SWT dan para malaikat berselawat untuk Nabi. Apalah kita yang hanya sebutir pasir di tepi pantai ini tidak mau berselawat?

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang berselawat kepadaku satu kali, maka Allah akan berselawat kepadanya 10 kali.”

Satu kali selawat dibalas 10 rahmat. Rahmat yang menenangkan hati, memudahkan urusan, dan membuka pintu-pintu kebaikan yang tidak terduga. Memperbanyak selawat juga menjadi sebab kita dicatat sebagai hamba yang terbebas dari kemunafikan dan api neraka, bahkan kelak dikumpulkan bersama orang-orang mulia dari kalangan para nabi dan wali Allah.

🕰️ Seberapa Banyak Selawat dalam Hidup Kita?

Mari kita renungkan dialog masyhur antara Ubay bin Ka’ab RA dengan Rasulullah SAW. Ubay bertanya tentang porsi waktunya untuk berselawat:

Pertanyaan UbayJawaban RasulullahMakna
Seperempat waktuku?Terserah. Namun jika engkau menambah, itu lebih baik.Semakin banyak, semakin baik.
Setengah waktuku?Terserah. Akan tetapi, jika engkau menambahnya, itu lebih baik.Ajakan untuk terus menambah porsi selawat.
Seluruh waktuku?“Jika demikian wahai Ubay, niscaya semua keperluanmu akan dicukupkan oleh Allah dan semua dosamu akan diampuni oleh Allah Subhanahu wa taala.”Seluruh urusan kita, lahir batin, akan diurus oleh Allah.

Pelajaran dari kisah ini jelas: Semakin besar porsi selawat dalam hidup kita, semakin besar pula kecukupan dan pengampunan yang kita peroleh dari Allah. Hati yang sibuk berselawat akan menjadi tenang, langkah hidupnya tertata, dan keputusannya lebih jernih.

🎯 Kisah Pemuda Miskin dan Keajaiban Tujuh Hari

Kisah inspiratif yang dinukil dari almarhum Kiai Faruzi Ishaq ini menjadi bukti nyata kekuatan selawat.

Ada sepasang suami istri yang hidup serba sulit. Mereka memutuskan untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan mengaji. Sang Guru berpesan: “Barang siapa memperbanyak membaca selawat, Allah akan menghilangkan kesusahan hidupnya.”

Mereka memulai dengan istikamah, sedikit demi sedikit, membaca selawat di setiap aktivitas: saat memasak, menyiapkan makanan, dalam perjalanan, hingga sebelum tidur. Mereka melakukannya terus-menerus, meskipun dalam hitungan hari, belum ada perubahan signifikan. Godaan putus asa pun datang, namun sang suami menenangkan: “Sabar, sayang. Istikamah itu maraton, bukan sprint. Allah melihat proses kita.”

Hingga suatu hari, mahkota raja hilang. Raja menjanjikan hadiah besar bagi penemunya. Pemuda miskin ini memberanikan diri mendaftar, berjanji akan menemukan pencuri dan mahkota dalam 7 hari. Syaratnya sederhana: makanan dikirim ke rumahnya sesuai jumlah hari (hari pertama 1 porsi, hari ketujuh 7 porsi), sebagai short therapy agar istri dan anaknya bisa makan. Taruhannya besar: jika gagal, ia masuk penjara.

Keberanian pemuda ini sampai ke telinga para pencuri. Mereka mengirim mata-mata. Ajaibnya, berkat izin dan pertolongan Allah, berkat keistiqomahan selawatnya, sang pemuda seolah-olah mendapat ilham (ketenangan dan kejernihan pikiran). Setiap hari ia mampu menebak dengan tepat jumlah orang yang akan datang ke rumahnya.

Pada hari ketujuh, pemimpin pencuri datang sendiri. Nyalinya ciut karena merasa diteror oleh ‘ilmu’ sang pemuda. Ia pun mengaku dan bersedia mengembalikan mahkota. Pemuda itu mendapat hadiah yang sangat besar, rezekinya dilapangkan.

Masya Allah! Walaupun rezekinya sudah lapang, sang pemuda tidak berhenti berselawat. Justru, ia menambah rasa syukurnya.

🧘‍♂️ Pelajaran tentang Kerendahan Hati

Setelah kejadian itu, pemuda ini menjadi terkenal. Ia diundang untuk khotbah Jumat. Merasa dirinya tidak pandai berpidato, ia naik ke mimbar dengan hati yang hanya berselawat. Ia hanya mengucapkan:

“Assalamualaikum warahmatullah. wabarakatuh. Mohon beri jalan di bagian tengah barisan. Tolong bagian tengah dari saf Jumat ini dikosongkan.”

Seketika, lorong kecil terbentuk di antara saf jemaah. Setelah itu, ia permisi keluar, karena ia jujur menyadari bahwa ia tidak bisa berkhotbah Jumat. Jemaah yang takzim lantas berhamburan mengikutinya. Mereka menilai, pemuda ini adalah sosok yang tawadu (rendah hati), tidak mau menunjukkan kemampuannya di hadapan orang banyak.


📝 Penutup: Istikamah Memancing Pertolongan Allah

Kisah ini adalah pelajaran berharga:

  1. Dari perut yang kosong menjadi meja makan yang terisi.
  2. Dari ancaman hukuman menjadi anugerah yang besar.
  3. Dari panggung yang mencekam menjadi pelajaran tentang kerendah hatian.

Istikamah dalam membaca selawat akan memancing pertolongan Allah dengan cara yang tidak kita sangka-sangka. Jangan pernah berputus asa, teruslah berselawat.

Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad.

Mari kita hadiahkan Al-Fatihah untuk guru-guru kita, ustaz kita, dan diri kita sendiri, semoga kita diampuni dosanya dan ditinggikan derajatnya. Al-Fatihah.


Apakah Anda ingin saya carikan lafaz selawat yang pendek dan mudah diamalkan setiap hari?