💡 Adab Utama dalam Berdoa
Terdapat tiga adab (tata krama) yang harus dihadirkan saat memanjatkan doa, terutama dalam mengucapkan Allahumma a’innÄ«:
1. Merendahkan Diri (Tawadhu’)
- Lafazh: Allahumma
- Allahumma adalah bentuk yang lebih halus dan merendah (tawadhu’) dari kata Ya Allah.
- Penting: Ketika seorang hamba merendah di hadapan Allah (rendah diri), Allah akan mengangkatnya setinggi-tingginya. Sebaliknya, orang yang meninggikan diri akan direndahkan oleh Allah.
- Catatan: Rendah diri hanya kepada Allah; dalam pergaulan dengan manusia, gunakanlah rendah hati.
2. Menghadirkan Keyakinan Penuh (I’timad)
- Lafazh: A’innÄ«
- Kata a’innÄ« mengandung permohonan yang ingin cepat dikabulkan. Ini menuntut keyakinan yang kuat.
- Doa harus dilakukan dengan keyakinan penuh, seakan-akan jawaban Allah sudah di tangan. Jangan pernah ragu.
3. Koneksi Penuh (Khusyu’)
- Sambungkan kalimat doa hingga terasa pada jiwa, bukan hanya di lisan.
- Salah satu hikmah doa dibaca pasca salat adalah karena kondisi kita saat itu sedang terkoneksi (terhubung) kuat dengan Allah. Mengambil kesempatan di momen keterhubungan inilah yang membuat doa lebih cepat dikabulkan.
Halaman


Tinggalkan Balasan