๐Ÿคฒ Doa Utama Pasca Shalat

Hadis tentang doa ini diriwayatkan oleh sahabat Muadz bin Jabal radhiyallahu ta’ala anhu. Para ulama ber-ijma’ (sepakat) bahwa yang dimaksud dengan “setiap selesai salat” *(fi kulli dubur shalah) adalah setelah salam (ba’da as-salam).

Doa yang diajarkan Nabi ๏ทบ adalah:

$$\text{ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฃูŽุนูู†ูู‘ูŠ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฐููƒู’ุฑููƒูŽ ูˆูŽุดููƒู’ุฑููƒูŽ ูˆูŽุญูุณู’ู†ู ุนูุจูŽุงุฏูŽุชููƒูŽ}$$

Transliterasi:

Allahumma a’innฤซ ‘alฤ dzikrika wa shukrika wa husni ‘ibฤdatik.

Arti:

“Ya Allah, tolonglah aku untuk senantiasa mengingat-Mu, dan bersyukur kepada-Mu, dan memperbagus ibadah kepada-Mu.”

Doa ini memohon 3 hal utama kepada Allah:

1. Memohon Kemampuan Berzikir (Mengingat Allah)

  • A’innฤซ ‘alฤ dzikrika: “Tolonglah aku untuk senantiasa mengingat-Mu.”
  • Hakikat Zikir: Zikir adalah kondisi selalu terhubung (terkoneksi) dengan Allah SWT.
  • Hikmah: Koneksi dengan Allah memberikan kemudahan dalam berkehidupan (“Punya Allah”). Jika seorang hamba merasa memiliki Allah, masalah seberat apapun akan terasa ringan, karena ia yakin Allah pasti menyelesaikannya. Inilah fungsi salat, yaitu menciptakan keterhubungan (silah) yang kuat antara hamba dan Rabb-nya.
  • Relevansi Ayat: Surah An-Nisa (4) ayat 103: “…Jika Anda telah tuntas mengerjakan salat, fadzkurullaha (cepat terkoneksilah [ingatlah] kepada Allah)…”

2. Memohon Kemampuan Bersyukur

  • Wa shukrika: “Dan bersyukur kepada-Mu.”
  • Bersyukur adalah bentuk pengakuan atas segala karunia dan kemudahan hidup yang datang dari keterhubungan dengan Allah (poin 1).

3. Memohon Kemampuan Memperbagus Ibadah

  • Wa husni ‘ibฤdatik: “Dan memperbagus ibadah kepada-Mu.”
  • Yaitu memohon kemampuan untuk melaksanakan ibadah dengan kualitas terbaik (ihsan) dan sepenuh hati.