II. Makna “Nur” (Cahaya) dalam Al-Qur’an
Mengapa Allah memberikan nur (cahaya) bagi pembaca Surah Al-Kahfi?
Kata “An-Nur” disebutkan sebanyak 45 kali dalam Al-Qur’an dan menjadi nama Surah ke-24 (An-Nur). Setelah dikaji, para ulama menyimpulkan 45 penyebutan ini merujuk kepada 12 kualifikasi makna cahaya yang akan didapatkan oleh orang yang membaca, memahami, mendalami, dan mengamalkan isi Surah Al-Kahfi.
Dari 12 makna tersebut, dua makna utama yang relevan dengan kehidupan adalah:
1. Nur Bermakna Al-Islam 🕋
Cahaya pertama adalah Al-Islam. Sebagaimana dalam Surah As-Saff ayat 8, Allah berfirman tentang orang-orang yang berupaya memadamkan cahaya Islam:
{Yurīdūna liyuṭfi’ū nūrallāh bi’afwāhihim…}
(Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut mereka…)
- Hikmah: Orang yang menggali dan memahami makna-makna dalam 110 ayat Surah Al-Kahfi, maka Allah akan semakin kuatkan, tanamkan, dan dalamkan cahaya Islam yang ada pada dirinya.
- Relevansi: Surah Al-Kahfi berisi kurikulum kehidupan dan kebaikan (hudan), yang bila diamalkan akan mengangkat hidup pelakunya dalam kemajuan, kecerahan, dan peradaban terbaik. Mulai dari bagaimana menjadi ayah/suami yang ideal, berdagang yang benar, menggunakan lisan dan panca indra sesuai tuntunan Islam, semua termaktub dalam pedoman ini.
Halaman


Tinggalkan Balasan